Jakarta Film Week 13-16 Oktober 2022
Berita

100% Manusia Film Festival dan Komitmennya Dalam Menciptakan Ruang yang Aman Selama 6 Tahun

Dari rilis pers

Jakarta – Selama dua tahun lebih pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia, 100% Manusia Film Festival tetap berkomitmen dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia melalui seni dan diskusi. Hal ini terbukti dengan hadirnya edisi keenam 100% Manusia Film Festival yang akan berlangsung secara hybrid tanggal 28 Oktober-6 November 2022 di Jakarta dan 9-12 November 2022 di Yogyakarta. Adapun pemutaran film secara online dapat diakses melalui Festival Scope. Sebanyak 56 film dari 22 negara dan 10 acara lainnya dapat diikuti secara gratis, tanpa dipungut biaya.

“Sejak awal kami hadir tahun 2017, menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh individu yang hadir dan terlibat dalam festival menjadi misi utama kami,” jelas Rain Cuaca, Festival Director 100% Manusia Film Festival dalam gelaran Konferensi Pers yang diadakan di Institut Francais Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat. “Terlebih lagi apabila kita melihat situasi terkini di seluruh dunia dimana peristiwa-peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia marak terjadi di tengah geliat ekonomi dan kreatif yang perlahan-lahan sedang bangkit kembali, ruang aman menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka mempersatukan individu dalam tercapainya kebutuhan hak-hak asasi manusia bagi individu serta kesetaraan”.

Tahun ini 100% Manusia Film Festival mengambil tema “Changemakers” dimana setiap individu memiliki kekuatan untuk mengambil dan melakukan perubahan demi kemanusiaan. Tema ini juga disampaikan melalui dua program kompilasi film pendek yaitu 100% Local Flavors serta 100% Homemade yang berfokus pada karya film pendek terbaru dari filmmaker muda Indonesia. Film pendek seperti Laut Memanggilku karya Tumpal Tampubolon yang menyabet Piala Citra tahun 2021 untuk kategori Film Pendek Terbaik, Lika Liku Laki karya sutradara Khozy Rizal yang mendapatkan nominasi Film Pendek Terbaik dalam gelaran Sundance Film Festival 2022, serta film pendek yang terseleksi dalam New York Shorts International Film Festival 2022 yaitu These Colours Don’t Run karya Difizckal Satriatama dapat ditonton secara gratis di seluruh lini pemutaran festival tahun ini.


Baca juga: Komite FFI 2022 Mengumumkan Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2022

Disampaikan dengan cara bertutur yang beragam, film diharapkan mampu menginspirasi perubahan bagi penonton 100% Manusia Fiilm Festival baik secara offline maupun online. Sebanyak 7 film panjang dan 3 kompilasi film pendek Indonesia dapat dipesan tiketnya melalui situs Festival Scope mulai tanggal 19 Oktober 2022 dan bisa ditonton dari seluruh wilayah di Indonesia mulai tanggal 28 Oktober-12 November 2022. Festival juga akan dibuka dengan film asal Austria pemenang Best Film Grand Prize Venice International Critics Week di Venice Film Festival tahun 2022 yaitu “Eismayer” dan ditutup dengan film produksi Belanda yaitu “Last Days of Spring” yang meraih Grand Prize City of Lisbon International Competition nominee di IndieLisboa International Independent Film Festival 2021.

Program 100% Cinergi (Cinema Berbagi), pemutaran inklusif yang menyediakan ruang untuk penonton dengan kebutuhan khusus dan disabilitas, yang ramah untuk teman tunanetra dan teman tuli, kembali hadir tahun ini dengan memutar film Preman karya sutradara Randolph Zaini. Selain itu, teman-teman tuli juga bisa mengikuti acara jalan kaki di program A Walk to Understand: Changemakers. Penerjemah bahasa isyarat akan disediakan untuk kedua program ini. Semua pemutaran film secara offline di 100% Manusia Film Festival akan diakhiri dengan sesi Q&A, dimana Penonton dapat berdiskusi secara langsung tentang film yang ditonton dengan filmmaker terkait atau narasumber yang relevan. Sesi post screening Q&A ini tidak hanya berlangsung secara offline, tapi juga secara online melalui program 100% Film Chat yang diadakan via Instagram 100% Manusia (@100persenmanusia).

Selain konferensi pers, terdapat pemutaran film khusus media yang menayangkan film dari Prancis berjudul The Hills Where Lionesses Roar (La colline où rugissent les lionnes). Film hasil ko-produksi negara Prancis dan Albania ini disutradarai oleh Luàna Bajrami dan telah meraih penghargaan Best Directorial Debut and Best Screenplay di Stockholm Film Festival 2021. Menceritakan tentang kehidupan tiga gadis di desa terpencil di Kosovo dan perjalanan mereka untuk mendapatkan perubahan yang diimpikan, The Hills Where Lionesses Roar menjadi salah satu nominasi untuk Golden Camera di Cannes Film Festival 2021.

Baca juga: Edisi Ketiga Jakarta Independent Film Festival Tayang Hybrid!

Andri Cung, sutradara film web series “Suka Duka Berduka” serta sejumlah film bertema HAM dan kemanusiaan, adalah Festival Ambassador 100% Manusia Film Festival 2022. “Memasuki tahun keenamnya, 100% Manusia Film Festival konsisten mempromosikan berbagai isu hak asasi manusia dan kesetaraan. Sebuah dedikasi yang berhak mendapatkan apresiasi dan hormat. “Changemakers”, tema festival tahun ini, memberikan saya harapan akan masa depan kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan untuk hak asasi manusia. Mengingatkan bagaimana kita dapat menjadi agen perubahan, untuk membuat perubahan, seberapapun kecilnya”.

Khiva Iskak, pemeran utama dalam film Preman dan pemenang Aktor Utama Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2021 menambahkan, “Melalui film, penonton dapat berbagi suka dan penderitaan, berempati dengan sesama, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap lewat Preman, dapat menginspirasi penonton agar bisa lebih menghargai temanteman disabilitas”.

Pemutaran offline 100% Manusia Film Festival 2022 diadakan di pusat kebudayaan di Jakarta yaitu IFI Thamrin, Erasmus Huis, Goethe Institut, coworking space Ke:Kini Ruang Bersama, dan gedung Kedutaan Besar Austria. Penikmat film di Yogyakarta dapat menikmati pemutaran offline di IFI Yogyakarta LIP dari 9 – 12 November 2022 secara gratis. Penonton diwajibkan untuk melakukan registrasi member terlebih dahulu secara offline di area pemutaran, sebelum mengambil tiket dan menonton film atau mengikuti acara lainnya selama festival berlangsung.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top