Festival Film Indonesia 2021
Uncategorized

7 Film Italia Unggulan ini Akan Hadir dalam Europe on Screen 2016

Sebagai usaha memperkenalkan film-film Italia yang tayang dalam Europe on Screen 2016, sekaligus menyambut kembalinya Istituto Italiano di Cultura sebagai venue partner,  Kamis 21 April 2016 sendiri diadakan press-screening dan press conference bertempat di Istituto Italiano di Cultura Jakarta dengan mengundang Orlow Seunke sebagai direktur sekaligus kurator festival ditemani oleh Michela Magri selaku direktur Institut Kebudayaan Italia.

Orlow Seunke sebagai direktur sekaligus kurator festival ditemani oleh Michela Magri selaku direktur Institut Kebudayaan Italia.

Dalam Europe on Screen 2016 sendiri akan ada tujuh film Italia unggulan yang ditayangkan. Dua di antaranya yaitu film keluarga, salah satunya Italo Baroco yang diputar dalam press-screening. Sutradara dari Italo Baroco sendiri yaitu Alessia Scarso didatangkan ke Indonesia untuk hadir dalam diskusi usai pemutaran Italo Barocco yang diadakan tanggal 30 April 2016.

Baca juga: Bersiap Merayakan Sinema lewat Europe on Screen ke 16

Berikut ketujuh film Italia yang dimaksud beserta sinopsis dan trailer.

Long Live Freedom oleh Roberto Ando (Film Pembuka)

Pemilihan umum di depan mata dan partai oposisi terbesar terancam posisinya. Pemimpin mereka tidak dapat menghadapi tekanan dan menghilang. Saudara kembarnya kemudian ditunjuk untuk menutupi kehilangan tersebut. Giovanni merupakan kembar identik dari saudaranya, hanya agak “gila”. Namun keterbukaan dan kejujurannya membawa partai menuju kemenangan.

Italo Barocco oleh Alessia Scarso

Berdasarkan kisah nyata. Italo, seekor anjing terlantar, berkeliaran di desa kecil Sisilia. Italo sempat tidak diterima oleh lingkungan desa yang menentang keberadaan anjing terlantar, namun tidak demikian dengan Meno, bocah 10 tahun yang menutup diri dari sekitar, termasuk dari ayahnya yang workaholic.

Youth oleh Paolo Sorrentino

Fred dan Mick, dua teman lama yang akan menginjak umur 80 tahun sedang menujmati liburan mereka di hotel mewah di kaki pegunungan Alpen. Mick, sedang menyelesaikan apa yang ia sebut film terakhirnya yang penting, sedangkan Fred merupakan pensiunan komposer dan konduktor yang tidak berniat untuk kembali ke dunia musik. Ratu Elizabeth II tiba-tiba mengundangnya untuk tampil pada ulang tahun Pangeran Philip.

Human Capital oleh Paolo Virzi

Danau Como, Italia. Dalam malam bersalju seorang waiter bersepeda ke rumah dan tertabrak oleh sebuah mobil SUV. Pengendara mobil pergi begitu saja, sedangkan sang waiter dirawat di rumah sakit dengan keadaan sekarat. Hasil pemeriksaan polisi menemukan adanya hubungan antara kasus tersebut dengan kehidupan antara dua keluarga terkemuka. Film ini menggambarkan tiga sudut pandang yang berbeda dengan mengeksplorasi cinta, kasta, manusia dengan ambisi dua keluarga.

Intrepido: A Lonely Hero oleh Gianni Amelio

Berlatar di Milan, ini merupakan suatu kisah yang diambil dari kacamata seorang pengangguran paruh baya yang baik, yang selalu mengambil kerja paruh waktu agar tetap berguna dan dihargai.

S is for Stanley oleh Alex Infascelli

Pembuat film Stanley Kubrick (1928-1999) dikenal oleh media sebagai seniman aneh yang hanya terobsesi dengan pekerjaannya sendiri. Emilio D’Alessandro, supir pribadi Stanley Kubrick menceritakan tentang persahabatannya dengan sang maestro yang berlangsung lebih dari 30 tahun.

Tale of Tales oleh Matteo Garrone

Diinspirasi dongeng dari Giambattista Basile, film ini mengisahkan tiga kerajaan yang berdekatan dengan kastil yang mengagumkan dan diperintah oleh Raja, ratu, pangeran dan putri. Raja, ratu tersebut memiliki obsesi dan halusinasi yang aneh.

Festival Film Indonesia 2021

Most Popular

To Top