Berita

Film Kolaborasi Lintas Negara “Angel Sign” Membuka Japanese Film Festival 2019

Sebagai salah satu lembaga kebudayaan asing yang gencar mempromosikan kebudayaan negaranya di Indonesia, Japan Foundation kembali dengan Japanese Film Festival (JFF). Gelaran yang memasuki tahun keempatnya ini, memboyong 13 film Jepang untuk publik Indonesia. Bertempat di CGV, Grand Indonesia, (07/11/2019) Japanese Film Festival 2019 resmi dibuka.

Setelah penampilan angklung dari “Arumba” Sora Awi, malam pembukaan JFF juga dimeriahkan dengan pemutaran film Angel Sign. Pemutaran ini cukup spesial karena menjadi world premier film tersebut. Bahkan di Jepang film ini baru akan diputarkan untuk publik 15 November 2019.

Lintas Wahana, Lintas Negara

Film Angel Sign merupakan film kolaborasi empat negara hasil adaptasi dari lima manga pemenang Silent Manga Audition. Kelima manga yang terpilih merupakan hasil seleksi dari 6.888 karya dari total 108 negara. Berbentuk omnibus, Angle Sing terdiri dari kumpulan film pendek yaitu Beginning and Ending (Komikus: Vincent Lange) yang disutradarai oleh Ken Ochiai (Jepang), SKY SKY (Komikus: Prema-Ja) yang disutradarai oleh Nonzee Nimibutr (Thailand), Thirty and A Half Minutes (Komikus: Snippy MJ) yang disutradarai oleh Ham Tran (Vietnam), Father’s Gift (Komikus: Ichirou) yang disutradarai oleh Masatsugu Asahi (Jepang), Back Home (Komikus: Vu Dinh Lan) yang disutradarai oleh Kamila Andini (Indonesia), dan yang bertindak sebagai general director adalah Tsukasa Hojo. Sama dengan versi manganya, Angel Sign juga tanpa dialog alias film bisu.

“Meskipun ini film bisu, film ini tidak sederhana. Salah satunya soal sound desain-nya” Ungkap Yusei Kato, Produser Angel Sign.

Film Angel Sign secara garis besar bercerita tentang orang-orang dengan kisah kehilangannya masing-masing. Penonton diajak menyelami satu per satu kisah film dengan bahasa visual dan alunan musik. Kelahiran dan kematian menjadi suguhan utama film ini. Meski tanpa dialog, setidaknya film ini memberitahu satu hal, bahwa kesakitan atas kehilangan sosok yang dicintai merupakan rasa yang universal.

Baca juga: Belajar dari Sesama Bangsa Asia di JAFF 14 “Revival”

Untuk segmen film Back Home yang disutradarai Kamila Andini (Indonesia), film ini diangkat dari manga bisu Vietnam yang merupakan runner-up Silent Manga Audition 4. Film yang diproduksi di Yogyakarta ini melibatkan aktor Indonesia Teuku Rifnu Wikana dan aktor cilik Abigail. Dalam film ini juga menampilkan kebolehan akting aktor muda Jepang, Mikako Yoshida. Back Home bercerita tentang seorang ayah yang hidup di desa sebagai petani jagung bersama anak perempuannya. Hidup mereka damai sampai segerombolan serdadu datang mengajak sang ayah turut mengangkat senjata.

“Film ini setahun lebih dipersiapkan. Produksi ini lintas negara, dan bahasa. Suatu tantangan tersendiri bagi saya.” Ungkap Kamila Andini yang juga turut hadir dalam acara ditemani Abigail.

Suguhan JFF 2019

Ada pun ketigabelas film Jepang yang akan disuguhkan dalam JFF tahun ini antara lain Angel Sign, Dance With Me, Masquerade Hotel, Samurai Shifters, A Banana? At This Time of Night?, Little Love Song, Bento Harrasment, Children oh the Sea, My Dad is a Heel Wrestler, 12 Suicidal Teens, The Fable, Katsuo-bushi, dan We are Little Zombie. Selain 13 film Jepang itu, ada satu film Indonesia yang akan diputar yaitu Humba Dreams karya sutradra Riri Riza.

Japanese Film Festial 2019 tahun ini akan digelar, tidak hanya di Jakarta, namun empat kota lain yaitu Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya. Tahun ini menjadi tahun pertama Surabaya turut disambangi JFF, dan untuk Yogyakarta, JFF akan kembali bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Japanese Film Festival 2019 akan berlangsung 07 November-22 Desember. Untuk Jakarta, JFF akan digelar 7-10 November di CGV Grand Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top