Festival Cinema Prancis 2021Jakarta Film Week 2021
Berita

Bawa 12 Film, Tolerance Film Festival 2019 Siap Bertemu Publik

Siaran Pers

Salam Toleransi

Tolerance Film Festival 2019 kembali hadir untuk keempat kalinya mulai Jumat, 15 November hingga Minggu, 17 November bertempat di Auditorium IFI (Institut Français d’Indonésie) yang merupakan bagian dari Kedutaan Besar Prancis di Jalan M.H Thamrin No 20, sebelah Gedung Pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat. Tahun ini ada 12 film yang akan ditayangkan gratis untuk publik dalam rangka Hari Toleransi Sedunia 16 November, yang ditetapkan PBB sejak tahun 1996. Deklarasi Prinsip-Prinsip tentang Toleransi UNESCO 1995 menyatakan, toleransi adalah penghormatan, penerimaan, dan apresiasi terhadap keragaman budaya dunia yang kaya, bentuk ekspresi dan cara-cara menjadi manusia. Toleransi mengakui hak asasi manusia yang universal dan kebebasan mendasar orang lain. Orang-orang secara alami beragam; hanya toleransi yang dpaat memastikan kelangsungan hidup komunitas campuran di setiap wilayah di dunia.

Tolerance Film Festival bertujuan untuk merayakan keberagaman agama, budaya, dan etnis/ras. Seluruh film yang dihadirkan diharapkan dapat mengedukasi, memberikan informasi, dan menghadirkan perspektif baru terutama terkait isu-isu di Timur Tengah. Mengapa Timur Tengah? Ternyata 2 minat masyarakat Indonesia terhadap isu di kawasan ini cukup besar dan keinginantahuan masyarakat cukup tinggi namun sumber informasi kredibel masih sangat minim. Tolerance Film Festival ingin tampil beda dari festival film yang ada dengan mengambil tema film spesifik dan sering dianggap sensitif oleh banyak orang. Selain itu Tolerance Film Festival ingin terlibat langsung dalam upaya mengedukasi masyarakat dengan langkah nyata guna menyebarluaskan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Menurut Setara Institute, sepanjang tahun 2018 terjadi 202 tindakan intoleransi di Indonesia. Sedangkan tahun 2019 masih terjadi penolakan sedekah laut, pelarangan pemakaman beda agama, penolakan pembangunan gereja di Semarang dan pelarangan ibadah di Indagiri Hilir, menolak restoran haram di Makassar dan kasus ucapan rasisme di Surabaya yang berujung pada kerusuhan di sejumlah kota di Papua.

Film-Film Andalan Tolerance Film Festival 2019

Film pembuka Tolerance Film Festival kali ini adalah The Tower, sebuah animasi tentang pengungsi Palestina yang hidup di Libanon. Rasisme di Afrika Selatan diangkat dalam film dokumenter The State Against Mandela and The Others yang menjadi nominasi Cannes 2018 kategori Golden Eye Awards. Dari dalam negeri, film drama yang meraih penghargaan di Seoul, Wei menghadirkan kisah Tionghoa-Indonesia. Sejumlah kisah keberagaman dari kacamata jurnalis dihadirkan pada Tolerance Film Festival 2019 yakni dalam Shadow in Baghdad, Muhi, dan For Sama yang mendapat banyak penghargaan internasional termasuk Cannes 2019

Keberanian melawan sentimen SARA hadir dalam film dokumenter Above The Drowning Sea yang berkisah tentang langkah politik diplomat China di Wina, Austria, yang menjadi pahlawan kemanusiaan. Bagi Anda yang ingin menghibur diri namun tetap menyerap semangat toleransi dan kesetaraan, 3 Hummus! The Movie, Dreaming of a Jewish Christmas, Some Like It Veiled dan Let The Girls Play sangat tepat sebagai pilihan menonton bersama keluarga. Namun juga jangan lewatkan From Cairo To Cloud, film dokumenter sejarah menarik tentang mansukrip kuno era Fatimiyah di Kairo yang menjadi pusat Islam abad ke-12.

Mengenal Lebih Dekat Melalui Diskusi

Tolerance Film Festival 2019 tampil berbeda dibanding tiga tahun sebelumnya, tahun ini ada Aksi Toleransi yang menghadirkan Kebaya|Monologue bekerja sama dengan Chattra Kebaya dan Komunitas Perempuan Berkebaya. Sejumlah perempuan akan bermonolog tentang busana sebagai identitas budaya bangsa. Bagi yang ingin menambah pengetahuan bisa mengikuti Diskusi Toleransi “Beragam Mitos Yahudi” dengan pembicara Dr. Media Zainul Bahri, M.A dosen dan peneliti Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta dan Yogi Prihantoro, M.Th sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Semitik Moriah, Tangerang. Selain itu ada persembahan Lagu Toleransi oleh UKM Akustik/Band dari Kampus IBI Kwik Kian Gie-Jakarta.

Tolerance Film Festival 2019 mengundang para peminat film, pencinta toleransi, dan keberagaman untuk hadir menonton ke-12 film, menyaksikan Kebaya|Monologue dan mengikuti Diskusi Toleransi “Beragam Mitos Yahudi” serta mengikuti Lomba Menulis Resensi Film dan Diskusi Toleransi berhadiah satu paket Wisata Toleransi ke Yerusalem, Kota Tiga Agama pada tahun 2020 persembahan Bright Morning Star Tours. Pemenang, apapun agamanya akan diajak melihat keberagaman di Israel dan Palestina, seluruh biaya ditanggung kecuali ongkos pembuatan paspor. Juri terdiri dari IFI, Satria Adhitama, dosen di sebuah PTN di Jakarta, Stania Puspa, wartawan Channel News Asia dan Monique Rijkers, inisiator Tolerance Film Festival.

Baca juga: Film Kolaborasi Lintas Negara “Angel Sign” Membuka Japanese Film Festival 2019

Tolerance Film Festival bisa terlaksana secara swadaya dan swadana berkat kontribusi GBI Lewi, D’BeST Travel, Shirley dan Patrick America, Asia Pacific Institute dan individu lainnya yang mendukung misi toleransi melalui Tolerance Film Festival 2019. Jadwal film bisa dilihat di halaman Facebook @ToleranceFilmFestival. Berhubung tahun lalu penonton membludak, maka tahun ini mohon daftar di lokasi 30 menit sebelumnya karena tempat terbatas, hanya 180 kursi. Terima kasih.

Jadwal Film

Jumat, 15 November 2019

11.00-12.15: The Tower (animasi)
13.00-13.15: Sambutan Pembukaan TFF Atase Kebudayaan Kedubes Prancis Abdramane Kamate
13.15-15.00: The State Against Mandela and The Others (dokumenter)
15.00-15.30: Wei (drama)
15.30-16.30: Kebaya Monologue oleh Chattra Kebaya
16.30-17.40: Shadow in Baghdad (dokumenter)

Sabtu, 16 November 2019

11.00-12.30: Above The Drowning Sea (dokumenter)
12.30-13.30: Dreaming of a Jewish Christmas (dokumenter)
13.30-14.00: Lagu Toleransi oleh UKM Akustik/Band IBI Jakarta
14.00-15.35: From Cairo to Cloud (dokumenter)
15.35-17.00: Diskusi Toleransi
17.00-18.30: Cherchez la Femme/Some Like It Veiled (drama komedi)

Minggu, 17 November 2019

11.00-12.30: Comme des Garcons/Let The Girls Play (drama komedi)
12.30-13.40: Hummus! The Movie (dokumenter)
14.00-15.30: Muhi (dokumenter)
15.30-17.10: For Sama (dokumenter)

Festival Cinema Prancis 2021Jakarta Film Week 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top