Pemutaran

Empat Film Pendek Siap Diputar Dalam Garage Cinema Vol. 3

Didorong semakin maraknya karya film yang diproduksi mandiri di Indonesia yang tidak sebanding dengan tumbuhnya tempat pemutaran film memicu terbentuknya Garage Cinema. Garage Cinema merupakan sebuah program apresiasi film dengan kegiatan regular yang secara berkala melakukan aktivitas pemutaran film. Film – film pilihan Garage Cinema dapat menjadi alternatif pilihan lain dari menonton film yang berkualitas selain film yang ada di bioskop konvensional. Selain kegiatan menonton film, disertai juga dengan diskusi terbuka antara pembuat film dan penonton film.

Bekerjasama dengan berbagai venue pemutaran seperti café, coffee shop dan juga berbagai ruang publik yang sama – sama memiliki semangat mendukung karya anak bangsa, dengan hadirnya Garage Cinema dapat menjadi sebuah alternatif tujuan berkumpulnya komunitas yang bergerak dalam bidang film ataupun komunitas yang memiliki ketertarikan pada film. Hingga nantinya dapat disadari lebih luas dan lebih dalam bahwa kehadiran film tidak hanya menjadi media hiburan semata tapi juga dapat menjadi gambaran media pembelajaran hidup. Diharapkan hadirnya Garage Cinema dapat mempertemukan berbagai pilihan film alternatif yang berkualitas dengan penonton yang seluas – luasnya.

Pemilihan & Pemutaran Film Garage Cinema

Film yang diputar dalam program Garage Cinema merupakan hasil kurasi ataupun kerjasama langsung dengan pihak Garage Cinema. Film – film yang diputarkan tergabung dalam 1 sesi pemutaran dengan 1 sesi memiliki total durasi max 80 menit ( berisi 3-4 film durasi pendek dan atau 1-2 film durasi panjang disesuaikan total durasi ketentuan). Karakter film dibebaskan namun perlu diberikan klasifikasi golongan umur pada film. Setelah film diputarkan, akan ada diskusi oleh filmmaker dengan durasi 45 menit.

Film-film dari Filmmaker yang ditampilkan dalam Garage Cinema Vol.3

Pada Garage Cinema Vol.3 akan menampilkan karya – karya film pendek dari Whisnu Dewa Broto dan Zidny Nafian dengan detail sbb :
Hari /Tanggal : Jumat, 1 Juli 2016 Tempat : Coff Yours (Jl. Empu Gandring No. 47. Perumnas 2 – Tangerang)
Jam : Start 08.30 PM – selesai
Pemutaran Film : Whisnu Dewa Broto a. Doeri Soekma (2016) b. Wong Tjilik (2015) Zidny Nafian a. Haryo (2013) b. Home Made (2012)

Sinopsis dan atau Logline Film Doeri Soekma (2016) – Whisnu Dewa Broto

Situasi ekonomi Republik Indonesia dibawah agresi belanda memaksa Lilis seorang gadis belia untuk bekerja menjadi pelacur sekaligus informan colongan bagi Laskar. Lilis sudah menaruh hati pada Anwar yang merupakan anggota laskar. Namun Anwar yang makin hari hanya mementingkan tugas dari laskar agar dia dapat menjadi ‘Jago’ yang baru. Sementara itu Lilis sudah tidak mau kembali untuk melacur dan ingin mempertanyakan kejelasan hubungan mereka berdua. Ditambah kehadiran sosok Alex sang polisi belanda yang harus didekati Lilis membuat Anwar memanfaatkan pekerjaan Lilis untuk mendapatkan segala informasi yang dapat diteruskan ke organisasi Laskar.

Wong Tjilik (2015) – Whisnu Dewa Broto

Inflasi ditahun 1965 membuat semua harga melambung tinggi. Untung yang sedang melamun ditengah sawah memikirkan masalah tersebut didatangi Kino . Kehadiran Kino membuat suasana berubah. Bibit murah dari organisasi tani membawa mereka terjebak dalam pertikaian ideologi.
Haryo (2013) – Zidny Nafian Di kost-nya, Haryo mengalami kehausan dan mencoba mencari cara untuk menghilangkannya.

Home Made (2012) – Zidny Nafian

Sarah memesan sebuah pizza terus menerus. Tanpa diketahuinya pizza tersebut membawanya menuju sebuah jawaban atas pertanyaan besarnya.

Profile Sutradara

Whisnu Dewa Broto

Wisnu dewa broto lahir pada tanggal 23 November 1995 di Jambi. Ia sekarang sedang menjalani studi S-1 jurusan perfilman di Universitas Multimedia Nusantara. Ia tertarik dalam dunia film sejak tahun 2012. Pada tahun 2014, ia bersama temannya mencoba mendirikan sebuah rumah produksi yang diberi nama Thesign Production. Bersama Thesign, Wisnu telah menyutradarai beberapa film antaralain Wong Tjilik, Doeri Soekma, Mata Elang.

Zidny Nafian

Zidny Nafian lahir di Jakarta pada tahun 1992. Besar, tinggal dan menyelesaikan Sarjana Seni di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang. Zidny telah menyutradarai beberapa film pendek Sejak 2011, Film ketiganya, It’s Not Here Anymore (2012) mendapatkan penghargaan Best Story dan Best Film di UMN Cinema Festival. Haryo (2013) film kelimanya, berhasil World Premiere di Festival Film Solo 2013, Official Selection di Bangkok International Student Film Festival 2014, #kandidatnominasi Piala Maya 2013, Official Selection di Psycho Film Festival 2013, dan Official Selection di Ganesha Film Festival 2014. Selain itu, Haryo juga menyabet gelar Favorite Film di Jogja Cinephilia 2013. Film keenamnya berjudul Kunang-Kunang (2014) berhasil International Premiere di Jogja-Netpac Asia Film Festival 2014 dan Jakarta International Film festival di tahun yang sama. 2015 ini Zidny Nafian baru saja merampungkan one man filmmaking-nya yang berjudul RAJAWALI dan video klip band Kelompok Penerbang Roket. Fantastic Nite tayang pada tahun 2016 dan merupakan short film yang Zidny Nafian tulis dan sutradarai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top