Europe On Screen 2021Sundance Film Festival 2021 Asia
Berita

Mengintip Jerman di Festival Film Darling, Berlin! Berlin, Sayang! Berlin, Teerak!

Siaran Pers

Goethe-Institut Indonesien, Thailand, dan Malaysia bersama-sama menyelenggarakan festival film daring bertajuk Darling, Berlin! Berlin, Sayang! Berlin, Teerak! yang akan berlangsung pada 6-27 Desember 2020. Festival ini menampilkan enam film dari ibu kota sekaligus pusat perfilman Jerman: Berlin.

Setiap film akan ditayangkan perdana di Youtube Darling Berlin sesuai jadwal yang bisa dilihat di laman Goethe-Institut Indonesien. Seluruh film dapat diakses gratis di kanal Youtube Darling Berlin tanpa perlu registrasi terlebih dahulu.

“Darling Berlin menjanjikan film-film independen yang segar dan khas dari ibu kota Jerman. Generasi baru sutradara dan aktor watak muda Jerman memadukan kemampuan mereka dalam membuat film-film drama dan eksentrik dengan cermat dan selalu penuh semangat. Menyentuh, otentik, dan tidak ragu untuk menantang cara pandang yang telah mapan. Kami telah menyeleksi enam film paling menjanjikan untuk menghibur penikmat film di seluruh Indonesia, Thailand, dan Malaysia,” ujar Dr. Ingo Schöningh, Kepala Bagian Program Budaya di Goethe-Institut Indonesien.

Suguhan Film

Darling, Berlin! Berlin, Sayang! Berlin, Teerak! akan dibuka dengan penayangan film Datsche – Blühende Landschaften (2018) pada 6 Desember. Film komedi karya Lara Hewitt ini merupakan “sinema besar di kebun kecil”. Sebuah film untuk semua orang yang merindukan kampung halaman atau sudah menemukannya.

Festival ini akan dilanjutkan dengan pemutaran Schwimmen (2018) pada 8 Desember, Rakete Perelman (2017) pada 10 Desember, Lotte (2016) pada 13 Desember, Rückenwind von vorn (2018) pada 16 Desember, dan Luca tanzt leise (2016) pada 18 Desember. Semua pemutaran perdana enam film di festival ini akan dimulai pukul 19:00 WIB. Setelah pemutaran, film-film tersebut akan dapat diakses secara bebas di Youtube Darling Berlin hingga 27 Desember 2020.

Film-film di festival ini diproduksi oleh sutradara-sutradara muda yang belajar film dan bekerja di Berlin, serta baru membuat film profesional pertama atau kedua. Penonton akan melihat kegairahan dan keberanian untuk bereksperimen dengan cara tutur gambar yang tak kenal kompromi serta penampilan aktor-aktor watak nonselebritas yang unik.

Baca juga: Memaknai Ulang Diri dan Keberagamaan di Madani Film Festival 2020

Berlin sebagai latar belakang tempat dalam cerita-cerita ini juga menjadi istimewa karena tahun ini adalah peringatan 30 tahun penyatuan kembali kedua Jerman pada 3 Oktober 1990. Di mana prosesnya diawali dengan keruntuhan Tembok Berlin melalui revolusi damai pada 9 November 1989.

Europe On Screen 2021Sundance Film Festival 2021 Asia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top