Festival Film Indonesia 2021
Berita

Festival Film Kopi Hadirkan Film-film Bernuansa Kopi di Malang dan Tangerang Selatan

Sejak 22 Oktober Festival Film Kopi (FFK) hadir di Malang sejak tiga hari sampai tanggal 24 Oktober 2017 dengan membawa film-film pendek terseleksi juga film tamu Aroma Of Heaven karya Budi Kurniawan.  Hadirnya FFK di Malang merupakan bentuk kerjasama antara Sinekopi selaku inisiator dari festival, dengan pihak Malang Coffee Festival dalam bentuk kerjasama konten.

Sesuai rencana, acara utama dan acara puncak akan diselenggarakan di Tangerang Selatan dari tanggal 30 September sampai 2 Oktober 2017 bekerjasama dengan tiga tempat antara lain Mokapot Coffee Talk di Bintaro. Sedangkan di BSD Tangerang, festival dilangsungkan di The Breeze BSD dengan venue di Ev-Hive Co-Working Space dan Sekopi Kopi Tanah Air Kita.

Kerjasama dengan beberapa venue yang disebutkan merupakan bentuk awal inisiasi program distribusi film di berbagai tempat, yang mana dalam festival sendiri juga akan diadakan Forum Festival Film Kopi dengan mengundang pegiat film dan pelaku usaha kopi dengan tema besar membahas distribusi dan ekshibisi film di kedai kopi yang mana akan dirumuskan suatu program kerjasama distribusi dan ekshibisi film yang berkesinambungan dan memberi benefit satu sama lain. Mengundang Lulu Ratna dari Boemboe Forum dan juga Rudi Ersan pemilik Sekopi, forum ini terbuka bagi komunitas film atau pegiat dan pengusaha kopi yang ingin mengikuti.

Selain Forum Festival Kopi  dalam acara utama 30 September sampai 2 Oktober nanti FFK menyajikan beberapa program pemutaran antara lain program kompetisi, terdiri dari film-film terkurasi yang terbagi dalam lima sesi pemutaran. Juga ada film dokumenter dari Indonesia dan luar negeri yang akan hadir yaitu film Aroma of Heaven yang kembali hadir, juga film The Coffee Man karya sutradara Jeff Hann. Film The Coffee Man mengikuti kisah Sasa Sestic, seorang yang mengungsi dari tanah kelahirannya akibat konflik perang yang kemudian menjadi juara pada kejuaraan dunia barista sedunia tahun 2015.

“Dalam proses pengkurasian, kami melihat bagaimana film-film yang masuk dapat dibagi berdasarkan latar tempat dan bagaimana kopi hadir dan terbawa dalam interaksi sosial. Ini merupakan salah satu pertimbangan proses seleksi dan juga pembagian sesi-sesi dalam festival nanti.” Jelas Panji Mukadis, Direktur Program Festival Film Kopi 2017 mengenai film-film yang dilombakan.

Selain Forum dan program pemutaran, FFK juga menghadirkan lokakarya pembuatan video dengan pemateri Rima Mariana Oentoe yang akan berbagi pada pengunjung festival yang hadir.

Sesuai yang telah diinformasikan sebelumnya, film-film terbaik dari tiap kategori akan memperoleh penghargaan berupa plakat, uang hadiah dan dana produksi untuk membuat film seputar kopi bagi pemenang utama. Ada juga Sinekopi Award bagi film pendek yang dirasa amat mengangkat kopi Indonesia atau petani kopi Indonesia.

“Komunitas Sinekopi akan memberikan penghargaan khusus bagi satu film, dipilih oleh komunitas Sinekopi. Diharapkan penghargaan ini dapat menambah jumlah film seputar kopi sekaligus menambah kepedulian terhadap kopi Indonesia.” Ujar Arqom Maksalmina ketua Sinekopi.

Seluruh pemenang akan diumumkan pada Malam Penghargaan Festival Film Kopi 2017 yang akan diselenggarakan di Sekopi Tanah Air Kita 2 Oktober 2017.

Berikut film-film yang terpilih untuk berkompetisi dalam Festival Film Kopi 2017:

Fiksi:

Non-Kafein

Film-film dalam program ini menampilkan film-film yang tidak dikompetisikan namun layak ditampilkan. Kesemua film masuk dalam kategori non-kompetisi.

Judul-judul

Panjat – Sutradara: Rajib Gandi, 2017
Mari Bermain – Sutradara: R.I. Kamase, 2015
Dia – Sutradara: Vici Simanjuntak, 2017
Coffee and Love – Sutradara:
Budaya yang Belum Membudaya – Sutradara:

Brewing (Kompetisi)

Film-film yang ditampilkan dalam program ini menampilkan kafe (kedai kopi modern) sebagai latar, dan tentunya menampilkan adegan minum kafe. Interaksi sosial baik antar individu mau pun sekitarnya tergambarkan dalam film-film ini.

Judul-judul:

Di Satu Sudut Itu – Bagus Rs, 2005
How to Make a Dangerously Beautiful Woman – Fazrie Permana, 2015
Gawai – Ahmad Pradipta Budhiatma Adikara, 2017
The Journey of Kopi Rakyat – Agung Dwi Raharjo, 2016
Paling Kitu – Rajib Gandi, 2017

Coffee Society (Kompetisi)

Film fiksi dalam kategori ini menampilkan kopi dalam keseharian masyarakat Indonesia, di manapun lokasinya. Baik sebagai pemicu percakapan, atau sekedar selingat sehari-hari.

Judul-judul:

Kuncup – Sutradara: M. Myrdal Muda, 2017
Di Bioskop – Sutradara: Bias G Wicaksi, 2016
Kopi Malam – Sutradara:Lukman Hoedi Yulianto, 2015
Mbobot – Sutradara: Syaikhu Luthfi, 2017
Kutang – Sutradara: Baso Dzulkifli, 2017
Tekad – Sutradara: Takdir Alisyahbana Samendaway

Coffeementary (Kompetisi):

Dokumenter yang mengangkat tentang kopi

Judul-judul

Setjangkir Kopi – Sutradara: Cahaya Wahyu, 2017
11 Menit Bersama Pak Jo – Sutradara: Muhammad Reza Fahriyansyah, 2017
Manual Coffee Brewing – Sutradara: Euodia Widya Lestari, 2016
LETHEK (Embun yang Terlupakan) – Sutradara: Kristian Natanael Edhi Santoso, 2017
Jangan Ada Fasis diantara Kopi Kita – Sutradara: Bowo Harso Nugroho, 2017
Garis Waktu – Sutradara: Alya Izet Adrianto, 2017

Keseluruh film yang terseleksi mendapat kesempatan untuk terus didistribusikan dalam layar alternatif yang berjaring dengan Sinekopi.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top