Italian Film Festival 2021
Artikel

Film “Family Romance, LLC”, Potret Bisnis Keluarga Sewaan di Jepang

Yuichi Ishii, seorang laki-laki kelahiran Tokyo, sehari-hari bekerja di perusahaan bernama Family Romance. Ia bertugas mengelola pangkalan data (database) 1.200 aktor lepas yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Kerjaan Yuichi cukup penting sebab dia adalah pendiri sekaligus pemimpin Family Romance. Tahun 2009, dirinya memulai usaha itu setelah bekerja di Hagemashi-tai.

Jurnalis Elif Batuman lewat tulisannya yang dimuat The New Yorker mengatakan Hegamashi-tai dan Family Romance bergerak di bidang serupa, yakni menyediakan aktor sewaan yang berperan sebagai keluarga, saudara, kawan, atau rekan kerja.

Untuk klien Family Romance, mereka bisa menyewa ayah, ibu, anak, atasan, suami, istri, pacar, tunangan, juga teman kantor buat berbagai macam keperluan, misalnya pernikahan. Perusahaan ini bahkan memiliki jasa tukang omel dan minta maaf sewaan. Meski seorang pemimpin, Batumann menjelaskan Yuichi juga aktor yang bisa disewa menjadi pasangan, orang tua, atau lainnya.

Bisnis yang dijalankan Family Romance lantas menarik hati Werner Herzog. Sutradara ternama Jerman tersebut membuat film Family Romance, LLC yang pratinjau (preview) virtualnya ditayangkan gratis di situs penyedia streaming MUBI Jumat (3/7) lalu. Dalam film berdurasi 1,5 jam itu, Herzog menampilkan Yuichi sebagai salah satu pemeran utama. Peran yang ia mainkan pun tak jauh dari kenyataan: dirinya bagian dari perusahaan bernama Family Romance, LLC dan bekerja sebagai aktor sewaan.

Ide dari orang lain

Family Romance, LLC diputar perdana pada tahun 2019 di Cannes Film Festival. Film ini mengisahkan laki-laki bernama Yuichi Ishii yang disewa seorang perempuan agar berperan menjadi ayah anaknya, Mahiro. Gadis remaja pemalu tersebut awalnya lebih banyak diam ketika menghabiskan waktu dengan “sang bapak”. Tapi, ia lama-kelamaan merasa nyaman kemudian sayang dan ingin Yuichi terus bersamanya.

Herzog menjelaskan ide tentang perusahaan Family Romance bukan miliknya melainkan datang dari Roc Morin, murid Rogue Film School. Tapi, Morin kala itu belum mantap membuat feature film sehingga Herzog mengajukan diri sebagai penggarap film.

Baca juga: Pandemi Corona, Goethe-Institut Jakarta Buka Layanan Pengambilan Media

Keduanya pun berkolaborasi membikin Family Romance, LLC. Herzog mengatakan usaha sewa-menyewa di atas adalah hal besar sehingga mesti diangkat ke sebuah film. Kebohongan dan kebenaran kaitannya dengan eksistensi manusia menjadi pertanyaannya dalam hal ini.

“Semua yang ada di film sedikit banyak bohong atau performatif. Semuanya diatur, tidak benar. Namun, anehnya, ada kebenaran di sana,” katanya.

Herzog pun berpendapat semua orang harus berani bertanya pada diri sendiri tentang berapa banyak bagian kehidupannya yang bersifat performatif. Selain itu mereka juga perlu mengajukan pertanyaan soal seberapa banyak kebenaran yang ada dalam hidup dan seberapa banyak dusta tak berbahaya yang dilakukan buat bertahan hidup.

Meneropong jiwa manusia lewat film

Family Romance, LLC dibuat dengan melibatkan aktor lokal berbahasa Jepang untuk menyoroti hal yang terjadi di negara tersebut. Tapi bagi Herzog, film ini bermaksud meneropong jiwa manusia lewat fenomena kehidupan performatif dan kebenaran yang terjadi tak hanya di Negeri Sakura saja tapi juga seluruh dunia.

Ia menjelaskan kepada Vice President of Content MUBI Daniel Kasman pada sesi tanya jawab usai pemutaran pratinjau bahwa bisnis sewa-menyewa seperti di atas akan menjadi sesuatu yang besar sebab jasa tersebut membantu orang mengatasi kesepian eksistensial dalam hidup. Semakin ke sini, kata Herzog, mereka yang tinggal di negara maju dengan populasi yang menua akan kian terisolasi. Kemajuan teknologi komunikasi, di sisi lain, juga turut membuat manusia mengalami kesepian.

“Kita akan lebih terhubung satu sama lain tapi semakin kita terhubung, tingkat kesepian eksistensial akan meningkat. Itu saya katakan 20 tahun yang lalu ketika ponsel pertama kalinya muncul di iklan tahun 1980-an,” ujarnya.

Film fiksi rasa dokumenter

Meski Yuichi Ishii berperan sebagai tokoh yang tak jauh beda dengan kehidupan nyata, Herzog menjelaskan Family Romance, LLC adalah film fiksi. Semua hal yang ada di film, katanya kepada Kasman, telah diatur, ditulis, dipraktikkan dalam gladi, serta diarahkan.

Herzog mengatakan ada banyak sequence di film yang tak sama dengan kisah yang diceritakan Yuichi kepadanya. Ia memunculkannya karena rasa ketertarikan pribadi. Tapi, gaya pengambilan visual layaknya dokumenter membuat pengulas profesional mengira Family Romance, LLC bukanlah film fiksi.

Kepada Kasman, ia menjelaskan dirinya bertindak sebagai sutradara juga sinematografer di Family Romance, LLC. Dengan begitu dia bisa berinteraksi lebih dekat dengan para aktor lewat kamera yang ia operasikan. Herzog mengatakan dirinya hanya memberikan beberapa kalimat kunci yang harus diucapkan lewat bantuan seorang penerjemah. Sisanya, pemeran Family Romance, LLC mesti melengkapinya.

Baca juga: Merangsang Pertumbuhan Wajah Baru Perfilman Indonesia Lewat Indiskop Festival 2020

Ketika syuting dimulai, Herzog menolak untuk mendengar terjemahan langsung dialog lewat penyuara telinga (earphone) meski dirinya tak bisa berbahasa Jepang. Herzog justru berusaha sedekat mungkin dengan para aktor saat mengambil gambar. Cara itu ia lakukan dengan maksud agar dia bisa merasakan autentik serta apik tidaknya akting antartokoh.

Beberapa pengulas profesional gara-gara hal ini lantas mengira Family Romance, LLC adalah film dokumenter. Herzog menganggap respons itu sebagai kehormatan. Tanggapan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa film ini disutradarai dengan baik serta melibatkan aktor yang bisa berakting apik.

Italian Film Festival 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top