Festival Film Indonesia 2021
Pemutaran

Jelang Film Pai Kau, Film-film Sidi Saleh Diputar di Ruang-ruang Alternatif

Menyambut diluncurkannya film panjang pertama dari Sidi Saleh, Sinema Rabu dan Archipelago Pictures dan Kaninga Pictures mempersembahkan program pemutaran film karya sutradara Sidi Saleh. Kumpulan film pendek, film panjang terbaru Sidi Saleh, dan juga diskusi yang akan diadakan di Paviliun 28 tanggal 31 Januari dengan memutar kompilasi film pendek disertai diskusi dan juga Kineforum 1 dan 2 Februari dengan memutar kompilasi film pendek serta film panjang.

Film-film Sidi Saleh beberapa di antaranya mengangkat tentang momen-momen besar keagamaan juga bergaya independen yang mencuri gambar dari suasana sekitar yang kasual dan tidak disetting secara khusus.

Baca juga: Sidi Saleh: Ini Bukan Film Tentang Etnis

1. Full Moon – sutradara: Sidi Saleh

Sinopsis: Bobi seorang supir taksi dan Isna istrinya, berjalan-jalan pada malam tahun baru. Bobi ingin mengutarakan keinginannya yang terpendam sedangkan Isna ingin merayakan keriaan tahun baru. Dalam kegembiraan, Isna mendengar keinginan suaminya. Bulan purnama terdiam merayakan tahun baru.

Catatan

Film ini diputar perdana dalam Jakarta International Film Festival ke-12 (2010).

2. Fitri

Sinopsis: Fitri sudah lama tidak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri. Ia sudah merindukan ayah-ibunya. Maka pada tahun ini, ia bertekad pulang, meski sudah dibujuk-bujuk untuk tetap tinggal di Jakarta oleh bundanya di Jakarta. “Tapi aku kan kangen, bun,” kata Fitri kepada bunda (Meyke Vierna).

Di ibu kota ini, Fitri memang memiliki satu lagi bunda—sebutannya untuk sang mucikari. Di ibu kota ini pula, Fitri mempunyai alias, Fita, yang digunakannya ketika melayani hawa nafsu para lelaki hidung belang. Dan, dalam film pendek Fitri garapan Sidi Saleh ini, ibu kota seakan memberikan nasib buruk bagi perempuan pekerja seperti Fitri (diperankan Nimas Ayu Kinasih).

Pada menjelang malam takbiran, sewaktu ia hendak pulang ke kampung dengan menaiki bus antar kota, satu pria mencopetnya. Tas-tas dan uangnya pun raib. Fitri gagal berlebaran bersama ayah-ibunya, dan malah bekerja menjajakan tubuhnya di malam kemenangan bagi umat Islam itu.

Catatan

Film pendek Fitri sempat berkompetisi dalam Clermont Ferrand International Film Festival 2014 di Prancis

3. Maryam

2014 :: 17 menit

Produser Amalia TS

Sutradara Sidi Saleh

Pemeran Meyke Vierna, Adrianto Sinaga, Damiana Widowati

Sinopsis

Seorang perempuan pekerja rumah tangga, Maryam, terjebak pada situasi keberbedaan tanpa bisa melarikan diri. Pada malam perayaan Natal, Maryam ditugaskan untuk mengurusi anak majikannya. Hambatan komunikasi melengkapi segala perbedaan yang ada antar keduanya. Maryam menghadapi pergulatan batin.

2014

Pemenang di Venice Film Festival

Kategori: Film Pendek Terbaik

Penghargaan: Orizzonti Award

4. Love me Please

Sinopsis: Seorang wanita menawarkan kekasihnya untuk menonton film agar kekasihnya tersebut dapat bermalam di apartemennya. Di akhir film mereka berdua mempertanyakan kembali akan makna cinta, dan sang wanita meminta untuk dicintai sang pria.

5. Interfe-Rest

Sinopsis : Manusia dalam pertumbuhan mereka bergerak cepat mengikuti rotasi hidup yang dinamis. Dalam setiap gerakan tunggal, getaran tak terlihat oleh getaran tertangkap oleh perasaan, alih-alih berpikir. kecerdasan sejati tubuh secara harfiah dipengaruhi oleh ruang interaksi diantara manusia, dimana gerakan adalah usaha untuk memberikan respons terhadap setiap frekuensi tunggal. Padahal kebisingan, keramaian dan aktivitas manusia yang sarat arus adalah salah satu bentuk tekanan yang memaksa tubuh kita bergerak lebih cepat, kuat dan kencang.

Akhirnya setelah semua gangguan ketika ruang interaksi hanya membawa keheningan, tubuh manusia menyelundupkan ke dalamnya.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top