sundance film festival asia 25-28 agustus 2022
Uncategorized

Galang Potensi Kerjasama Antar Komunitas, Maret 2016 Akan Diadakan Temu Komunitas Film Indonesia

Kegiatan perfilman terhitung subur di tingkat akar rumput. Setiap tahunnya, berbagai komunitas dan kelompok film berkontribusi bagi tumbuh-kembang perfilman Indonesia di kampus-kampus, desa-desa, kecamatan-kecamatan. Lebih pentingnya lagi, geliat ini juga tumbuh di daerah-daerah yang jauh dari industri film maupun bioskop, macam Purbalingga, Palu, Aceh, hingga Papua. Masing-masing hidup dan bernafas dengan caranya sendiri, baik lewat produksi film, ekshibisi film untuk publik, penyelenggaraan festival, pembukaan ruang diskusi, lokakarya, hingga kritik dan kajian.

Menanggapi perkembangan ini, sejumlah kelompok dan komunitas film membentuk jaringan kerja bersama untuk menyelenggarakan Temu Komunitas Film Indonesia di Baturraden Purwokerto, Jawa Tengah selama 25-27 Maret 2016. Jaringan kerja tersebut terdiri dari CLC Purbalingga, Jaringan Kerja Film Banyumas, Cinema Poetica, Boemboe, Serunya, dan Viddsee. Pada penyelenggaraan kali ini, CLC Purbalingga bertanggungjawab sebagai pengelola pertemuan, sebagai bentuk apresiasi atas capaian komunitas film Purbalingga dan Banyumas Raya di tingkat nasional.

Kegiatan Sentra Temu Komunitas 2016

Merupakan kelanjutan dari Kongres Kegiatan Perfilman Nasional Berbasis Komunitas yang diselenggarakan tahun 2010 di Taman Budaya Jawa Tengah, ada dua program yang menjadi kegiatan sentra dalam Temu Komunitas nanti yaitu kelas-kelas tematik yang meliputi kelas penulisan proposal kegiatan, pengelolaan pemutaran dan festival film, pengelolaan teknis pemutaran film, apresiasi dan kritik film, distribusi dan teknologi, serta penulisan skenario. Kelas-kelas ini tidak memungut biaya keikutsertaan, dan akan dipandu oleh narasumber-narasumber dari dunia perfilman Indonesia.

Kedua, Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas. Tidak seperti forum pendanaan pada umumnya, forum ini hanya menerima pengajuan proposal kegiatan perfilman non produksi, seperti: pemutaran, kajian, diskusi, pendidikan, penelitian, pengarsipan, pengembangan, dan kegiatan-kegiatan terkait. Kegiatan perfilman non produksi terabaikan dibandingkan kegiatan produksi di tengah jumlah komunitas film yang berkembang pesat. Itulah alasan utama kenapa Temu Komunitas Film Indonesia 2016 hendak mendukung kegiatan non produksi. Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas akan memilih dua proposal kegiatan, dan masing-masing akan mendapat dukungan senilai Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).

Output dan Mengenai Proyek yang Dicari

Ditemui di markas Cinema Poetica di Kalibata City, Dimas Jayasrana selaku salah satu penyelenggara mengungkapkan bahwa hasil dari temu komunitas pastinya akan disebarkan sebagai data publik (data komunitas yang hadir dan lainnya). Sedangkan dalam bentuk non-data, masing-masing komunitas bisa berjejaring, satu komunitas jadi kenal komunitas lain, dan melihat apa kerjasama yang bisa dikerjakan bersama. “Kami akan encourage komunitas film untuk kerja bersama. Yang belom ada jadi ada, yang ada jadi kuat. Terjadi juga pertukaran pengetahuan yang dapat diterapkan”. Lanjut Dimas.

dimas jayasrana - temu komunitas 2016

Dimas Jayasrana, saat ditemui di markas Cinema Poetica, Kamis 25 Februari 2016

Mengenai kriteria proyek yang dipilih dalam Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas, Dimas menjelaskan bahwa tidak ada bentuk yang baku mengenai proyek yang dicari. Proyek kegiatan yang dicari merupakan inisiatif yang memiliki potensi berkelanjutan dan bukan one-hit event.

Temu Komunitas Film Indonesia 2016 terbuka untuk seluruh komunitas atau kelompok film di Indonesia, juga bagi siapapun yang gemar dan berminat dengan film. Untuk info lebih lanjut: temukomunitas.cinemapoetica.com

Most Popular

To Top