Berita

Sineas Muda Bicara Obsesi Pemilikan dalam Gemar Film Pendek 2

Program Gemar Film Pendek kembali dilaksanakan! Dalam pelaksanaannya yang kedua, film-film yang dipilih mengikuti program besar Kineforum bulan Desember Bongkar Brankas beserta turunannya yaitu Kilau Semu, Menang Lotere, dan Pundi Celaka. Program Bongkar Brankas sendiri mengangkat tentang kepemilikan materi/harta dan sisi lain tentangnya.

Diprogramasi oleh organisasi Boemboe, Gemar Film Pendek 2 menghadirkan empat film pendek yaitu Sugih (Makbul Mubarak), Barbie (Rembulan Sekarjati dan Sesarina Puspita), Rantai (Benvenuto Lucano Athallah), dan Ruah (Makbul Mubarak). Sesuai yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa film-film pendek yang dipilih mengikuti program turunan Bongkar Brankas, Sugih bercerita tentang usaha suami istri Ahmat dan Sugih membayar hutang dengan cara yang lain. Barbie, menyorot seputar gaya hidup dan sikap orangtua yang mempengaruhi anak-anak, Rantai sebuah film animasi yang membahas tentang rantai korupsi, dan Ruah film pendek peraih Piala Citra 2017 mengenai keinginan manusia yang tidak ada cukupnya yaitu seputar poligami.

Baca juga: Gemar Film Pendek 1: Bukan Sekadar Komedi

Membuka sesi diskusi yang menghadirkan sutradara dari keempat film, Novia Puspa Sari selaku moderator memberi pertanyaan pada pembuat film yang hadir yaitu Makbul Mubarak, Benvenuto Lucano, dan Sesarina Puspita apa makna harta bagi para pembuat film. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab bersama pembuat film.

Mengenai tema yang diangkat, Benvenuto Lucano pun berbagi seputar pandangan hidupnya tentang bagaimana ia merasa orang yang tidak korupsi kebanyakan karena belum mendapat kesempatan dan ketika kesempatan tersebut muncul, sebuah rantai akan terbentuk. Lebih dalam lagi ia berbagi seputar observasi melihat tema-tema film animasi yang saat itu muncul, seputar romansa dan sebagainya. Di sana ia kemudian dipilihlah film dengan cerita seperti ini. Dalam sesi ini Benvenuto juga berbagi seputar referensi membuat film yaitu animasi dari Satoshi Kon.

Makbul dengan berbagai pengalamannya baik mengelola bioskop alternatif, pengelola situs kajian dan kritik, lalu saat ini tampak fokus menjadi pembuat film, menjadi sorotan serta sasaran penonton yang ingin bertanya, baik seputar dua filmnya yang saat ini diputar, juga mengenai lompatan kariernya.

Perihal produksi Ruah, ia menceritakan tentang besarnya biaya yang kemudian teratasi bahkan terlampaui setelah pitching ke berbagai pihak. Mengenai tema sensitif yang muncul dalam dua film, ia sendiri menganggap hal-hal yang ia angkat sebagai hal biasa karena latar belakang keluarga dan pendidikannya dekat dengan hal tersebut. Melihat narasi agama mayoritas yang begitu logis, ia memilih jalan memutar dan coba mengintrogasi narasi-narasi tersebut melalui film-filmnya. Dan menjawab seputar pilihan berkarier membuat film, Makbul menjelaskan bahwa ia memiliki berbagai cerita pribadi yang ingin dibagikan pada orang lain, yang mana menurutnya hal tersebut tidak dapat dilakukan melalui kritik film atau pun sebagai juru program bioskop hingga akhirnya ia memilih menjadi pembuat film.

Sesarina Puspita (Sesa) dengan filmnya Barbie menceritakan seputar tantangan dalam memproduksi dan menggarap film ini. Menggunakan anak-anak sebagai talenta, kru yang terlibat harus melibatkan para orang tua untuk membacakan naskah pada anak-anak yang pada saat film dikerjakan belum bisa baca. Juga memfasilitasi tidur siang. Mendapat kemudahan dari para orang tua para talenta, pihak produksi masih harus menghadapi tantangan dari pihak Teater Tanah Air (tempat para anak-anak ini bernaung) karena pakaian yang harus dikenakan.

Mengenai pilihan tema dan cerita film Barbie, sebagai karya tugas akhir, Sesa ingin megangkat tema yang everlasting, dan tema seputar orang tua dan anak menurutnya merupakan memenuhi kriteria tersebut.

Memperluas referensi dan semakin dilihat

Menjawab pertanyaan penutup dari moderator akan harapan terhadap film pendek, masing-masing pembuat film memiliki jawaban berbeda. Benvenuto berharap agar (melalui film pendek salah satunya) penonton dapat memperoleh referensi lebih daripada film-film animasi yang ditunjukan studio-studio besar Hollywood seperti Disney dan Dreamworks. Sementara Makbul berharap agar film pendek tetap pendek. Sebuah harapan yang dapat diterjemahkan sendiri. Sedangkan Sesa berharap film pendek dapat lebih mendapat perhatian termasuk dari pihak sponsor.

Program Gemar Film Pendek oleh organisasi Boemboe masih akan terus berlangsung menemani program besar Kineforum di bulan-bulan selanjutnya. Sebagai rekan media resmi Kineforum mulai bulan Desember, Infoscreening berencana membuka kesempatan bagi sesama penonton yang tertarik untuk menuliskan pengalamannya menghadiri program Kineforum tiap bulan. Nantikan kabar selanjutnya~

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top