Festival Film Indonesia 2021
Berita

Bernada Dalam Sinema: Kala Sinema dan Musik Saling Bertautan

Kineforum dikenal sebagai bioskop alternatif terprogram pertama di Jakarta, masih secara konsisten dan menghadirkan berbagai program pemutaran yang inovatif. Terbaru, program bertajuk Bernada dalam Sinema baru saja digelar pada 18-30 Juni lalu.  

Berkolaborasi dengan Adhyatmika (sutradara film pendek) sebagai programmer tamu, program kali ini menampilkan sederet film bertema musik. Terdapat dua sub-program yang disajikan: program layarvirtual (digital) dan program layartancap (open air cinema). Situasi pandemi yang tengah memburuk menjadikan penyelenggaraan layartancap kineforum harus ditunda. Meski demikian, penonton masih dapat menikmati film-film layarvirtual secara online.

Didominasi Musisi Luar Arus Utama

Ada banyak film yang mengangkat cerita tentang musik, baik dalam bentuk fiksi maupun dokumenter. Menariknya, tema musik yang diangkat tidak melulu berasal dari arus utama. Adhyatmika menyebutkan bahwa banyak dari film tersebut mengambil kisah tentang musisi dari luar arus utama. Kisah-kisah tersebut turut merekam jejak kebudayaan pop di Indonesia. 

Pada program layarvirtual, terdapat 4 film dan 1 kompilasi video musik yang ditayangkan. Film pertama yaitu Marching Menuju Maut, dokumentasi perjalanan karir musik dari The Brandals. Film ini menjadi gambaran yang pas bagi mereka yang ingin menjadi musisi, menceritakan bagaimana The Brandals terus berjalan menghadapi berbagai realita dalam bermusik. Menariknya film dokumenter yang disutradarai oleh Faesal Rizal ini belum pernah dirilis resmi untuk publik. Masih dari band rock tanah air, Seringai – Generasi Menolak Tua menjadi judul kedua di program layarvirtual. Cerita hidup band high octane rock ini dikemas dalam bentuk dokumenter sepanjang 60 menit. Dokumentasi perjalanan selama delapan tahun tersebut menegaskan gairah Seringai sebagai angin segar musik rock Indonesia. 

Selanjutnya, ada cerita menarik dari musik Tarling asal Pantura yang diangkat dalam film Tarling is Darling. Terlepas dari perdebatan yang muncul sekitarnya, musik tarling telah menjadi bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat sekitar Pantura. Film ini merekam pasang surut musik tarling dan orang-orang di dalamnya. Penonton diajak lebih jauh melihat beragam kisah di balik irama gitar dan suling tersebut. Cerita yang dekat dan menarik membuat Tarling is Darling mendapat banyak apresiasi, termasuk menjadi nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik di FFI 2017. 

Karya film selanjutnya adalah Selected Music Video by Angga Priambodo, berisikan kompilasi video musik yang menggambarkan perpaduan musik dengan medium film. Lewat kompilasi ini, kita akan melihat bagaimana musik dan film akan selalu berkaitan dan relevan terhadap perkembangan zaman. 

Terakhir, ada Siar, Daur Baur, dokumenter yang merekam proyek Pandai Besi untuk album Daur Baur. Menariknya, album ini direkam di Studio Lokananta, salah satu studio musik tertua di Indonesia. Film ini menangkap cerita Pandai Besi saat menggarap ulang 9 lagu Efek Rumah Kaca. Daya pikat Lokananta sebagai studio musik legendaris juga tak luput dibahas dalam film ini. Sajian audiovisual dari Siar, Daur Baur menjadi tontonan yang menyenangkan bagi pendengar Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi, juga penikmat musik dan film pada umumnya. 

Sementara itu, program layartancap sejatinya dijadwalkan terselenggara pada 27 Juni 2021 dan menampilkan dua film: The Adams – Masa-Masa dan Duo Kribo. Namun, penyelenggaraan ini harus ditunda demi keselamatan dan keamanan semua pihak.  

Membaca sejarah melalui budaya pop Indonesia

Meskipun berasal dari medium yang berbeda, kehadiran film dan musik mau tak mau akan terus saling berkaitan. Adhyatmika menyebutkan bahwa dalam perkembangannya, sineas mulai melihat musik sebagai sumber cerita yang menarik dan penting untuk dibicarakan. Program Bernada dalam Sinema ini menjadi bukti keterkaitan dua cabang seni tersebut.

Baca juga: Film Dokumenter GELORA: Magnumentary of Gedung Saparua

Lebih jauh, program Kineforum bulan ini mengajak penontonnya merayakan rekam jejak sejarah kebudayaan pop Indonesia, khususnya sejarah musik. Sama seperti film, musik juga hadir di tengah masyarakat dan saling mempengaruhi. Beberapa film yang ditayangkan menangkap cerita tentang bagaimana musik begitu dekat dengan masyarakat. Sebagian lainnya menampilkan cerita-cerita yang menarik untuk disimak dan dinikmati penonton. 

Baca berbagai artikel menarik lainnya dari Feraldi pada halaman berikut.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top