Festival Film Indonesia 2021
Berita

Komitmen Berkarya di Tengah Pandemi, Minikino Film Week 6 Berinovasi

Siaran Pers

Meski berada di tengah terpaan pandemi Covid-19, Minikino Film Week (MFW), Bali International Short Film Festival tetap menyelenggarakan edisi keenamnya terhitung mulai 4 September lalu hingga akan ditutup 12 September 2020. Terkait pembatasan Covid-19, seluruh rangkaian acara ini tentunya dibarengi dengan komitmen penerapan protokol kesehatan bagi penonton maupun penyelenggara yang bertugas. Penyelenggaraan MFW6 kali ini turut didukung oleh Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Memasuki tahun 2020 ini, Minikino terus aktif berjejaring  dengan festival film pendek lainnya di dunia melalui komunikasi secara daring. Beberapa film pendek Indonesia berhasil mendapat layar di festival film pendek negara  lain, seperti Show Me Shorts Selandia Baru pada 18-19 Agustus lalu, serta Seoul International Extreme-Short Image & Film Festival (SESSIF) pada 15-20 September 2020 mendatang.

Baca juga: Minikino Antar Film Pendek Indonesia ke New Zealand

Tidak hanya film pendek Indonesia, Minikino yang diwakili oleh Direktur Program Fransiska Prihadi juga mendapat kesempatan untuk menjadi komite juri dalam ReelOzInd! Australia Indonesia Short Film Competition 2020, Toronto Reel Asian International Film Festival kategori film pendek (12-19 November 2020), serta pembicara dalam Industry Talk: Festival Cooperation in a Time of Crisis yang diselenggarakan secara daring oleh Short Waves Festival  dan Glasgow Short Film Festival (20 Agustus 2020). Di Indonesia sendiri, tahun ini Minikino kembali menjadi bagian dari tim kurator Festival Film Indonesia (FFI) untuk kedua kalinya pada kategori film pendek cerita.

“Tiap tahunnya, MFW selalu menghadirkan kolaborasi baru hasil dari jaringan kerja Minikino dengan berbagai festival film pendek maupun para profesional lainnya. Sebuah festival film pendek sejatinya adalah ruang untuk eksibisi, edukasi, dan networking, sehingga memperluas jaringan kerja menjadi kunci utamanya.” papar Direktur Travelling Festival, I Made Suarbawa.

Dalam MFW6 yang saat ini tengah berlangsung, telah terlaksana pula berbagai acara pra-festival yang dimulai sejak bulan Juli lalu. Diawali dengan Youth Jury Online Camp pada 20-24 Juli 2020, kemudian dilanjutkan dengan kompetisi produksi film pendek nasional tahunan Begadang Filmmaking Competition pada 25-26 Juli 2020 lalu.

Merayakan Film Pendek

Direktur Festival Edo Wulia menjelaskan, film-film pendek internasional yang akan tayang di MFW6 merupakan film pendek yang dipilih dari pengajuan terbuka melalui platform online. Tahun ini, MFW menerima pengajuan film pendek melalui dua platform, yakni Short Film Depot dan Filmfreeway.

“Di tahun keenam ini ada 198 film pendek dari 79 negara yang terpilih sebagai Official Selection yang tayang di layar MFW6. Jumlah ini terpilih dari total 903 film pendek yang masuk lewat pendaftaran seleksi Minikino Film Week. Seluruh film terpilih tersebut kemudian dikemas menjadi berbagai program.” lanjut Edo Wulia.

Di akhir pelaksanaan MFW6 pada 12 September nanti, akan ada penganugerahan penghargaan bagi film-film pendek terbaik dalam beberapa kategori, antara lain; MFW Best Short Film of the Year 2020, MFW6 Best Animation Short, MFW6 Best Audio Visual Experimental Short, MFW6 Best Children Short, serta MFW6 Best Documentary Short. Dan untuk pertama kalinya pada tahun ini, MFW6 akan memberikan penganugerahaan khusus untuk film-film pendek Indonesia dalam kategori MFW National Competition Award 2020.

Beragam Program MFW6

MFW6 juga menghadirkan Short Film Market Events yang berisikan Short Film Library, MFW6 Open Screen Event, Forum dan Talks, Fringes, serta Workshop. Dengan berlakunya pembatasan jumlah penonton dan ketatnya prosedur bepergian, sejumlah pembicara dalam Forum dan Talks akan tampil secara online (daring) dan penyelenggaraannya disiarkan secara langsung melalui minikino.org/live dengan menghadirkan juru bahasa isyarat pada seluruh sesi.

“Secara umum, ada 31 program internasional, 8 program S-Express 2020 dengan fokus Asia Tenggara, 3 program Indonesia Raja 2019, 3 program tamu dan Begadang 2020 Official Selection. Lalu, untuk Short Film Market Events 2020, ada 4 topik Forum, 3 Talks, 1 Fringes, dan 2 Workshop.” ungkap Direktur Program Fransiska Prihadi.

Para pembicara dalam Short Film Market MFW6 menghadirkan Forum berupa diskusi panel dengan berbagai topik diskusi. “Why Film Festival Matters Beyond 2020” menghadirkan Jukka Pekka Laakso (Finlandia), Gina Dellabarca (New Zealand), Kelly Lui (Kanada) dan Koyo Yamashita (Jepang). “Future Cinema Audience: The Youth” akan dihadiri oleh Tomy W. Taslim (Indonesia), Sébastien Simon (Prancis, Korea Selatan) dan Tim Redford (Prancis) serta MFW6 Youth Juries Kayla Amare Budiwarman, Qiu Mattane Lao, Seika Cintanya Sanger, Sophie Louisa & Stella Melody Winata. Para profesional dari industri film pendek dunia juga akan menambah wawasan tentang nilai ekonomi film pendek menghadirkan Ho Hock Doong (Malaysia), Jaime E. Manrique (Kolombia), Sabrina Spence (Kanada) dan Vivian Idris (Indonesia).

MFW6 untuk Semua

Anggun Pradesha, seorang aktivis transpuan, bersama ibunya dari Jambi juga hadir secara langsung mengisi program MFW6 Talks tentang keberagaman dan penerimaan orang tua. Lalu ada Asako Fujioka (Jepang) yang memaparkan program kolaborasi Yamagata Documentary Dojo dengan Minikino berupa pertukaran pembuat film pendek dalam sesi “Breathing The Same Air”. Selain itu Ade Wirawan, pendiri Bali Deaf Community juga turut hadir membahas  topik Film, Orang Tuli, dan Bahasa Isyarat.

Workshop akan diisi dengan perkenalan produksi film dengan ponsel pintar oleh Mondiblanc Workshop. Ada pula workshop gambar gerak untuk anak-anak yang akan mengiringi layar tancap di tiga desa. Kolaborasi tahun ini juga dilakukan bersama Nosa Normanda untuk memproduksi serial podcast minikino dengan fokus dunia film pendek.

Seluruh film pendek yang diputar memiliki teks Bahasa Indonesia. Menambah keistimewaan MFW6 tahun ini, dengan merambah jangkauan penonton tunanetra dan tuli agar dapat sama-sama menikmati festival film pendek ini. Bekerja sama dengan Teater Kalangan, untuk pertama kalinya dibuat deskripsi audio untuk lima film pendek Indonesia dalam program S-Express 2020: Indonesia yang dapat dinikmati penonton tunanetra.

Baca juga: Dilema Keterbatasan Akses dan Identitas Budaya Tuli

Masih dengan format yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini MFW6, Bali International Short Film Festival hadir di 10 titik yang tersebar di seluruh pulau Bali. Festival Lounge atau titik temu utama festival berada di MASH Denpasar. Selebihnya ada di Irama Indah, MASH Denpasar, Rumah Sanur Creative Hub, Antida Sound Garden, Uma Seminyak, Omah Apik Pejeng, dan Rumah Film Sang Karsa Buleleng. Lalu MFW6 juga membentangkan layar di Desa Pedawa, Buleleng; Selat Karangasem, dan Tegeh Sari Denpasar.

Acara berlangsung secara bersamaan selama 1 minggu (4-12 September) di titik-titik tersebut. Untuk Pop Up Cinema (layar tancap) ada selama tiga hari saja secara bergiliran di masing-masing desa. Seluruh calon penonton diwajibkan mendaftar terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi acara dengan festival pass yang dapat diperoleh tanpa dikenakan biaya. Formulir festival pass dapat diisi secara daring di minikino.org/festivalpass.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top