Festival Film Indonesia 2021
Artikel

Festival Film Internasional Siap Kembali ke Ibukota Melalui Jakarta Film Week

Jakarta International Film Festival (JiFFest) ke 13 dilaksanakan pada tahun 2013. Setelah itu, pada tahun-tahun berikutnya, kita tidak mendengar lagi festival besar berskala internasional tersebut digelar di ibukota. Jakarta patut bersyukur karena masih ada event internasional lainnya yang menggunakan nama “Jakarta”, yakni ARKIPEL: Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival yang pertama kali diadakan tahun 2013 atas inisiasi Forum Lenteng. Walaupun lebih “segmented” dan tidak seluas JiFFest, kehadiran ARKIPEL menjadi pengharum untuk nama “Jakarta”. Tapi, tidak bisa dipungkiri, bukankah kita sangat merindukan kehadiran festival sekelas JiFFest?

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta baru-baru ini meluncurkan “Jakarta Film Week” yang digadang sebagai festival film internasional. Keterlibatan pemerintah ini tentu menjadi angin segar mengingat JiFFest sendiri ketika itu berjuang dengan jerih payah sendiri dengan mencari dukungan sana-sini. Dalam konferensi pers daring yang diadakan Rabu lalu, Bapak Gumilar Ekalaya, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menyatakan, ini adalah langkah nyata dari Disparekraf DKI Jakarta dalam mendukung ekonomi kreatif di masa pandemi dan menjadi momentum untuk menguatkan lagi industri perfilman.

Jakarta Film Week menggandeng dosen dan kritikus film, Ekky Imanjaya sebagai Festival Board; Rina Damayanti, seorang produser film dan Managing Director Padi Padi Creative sebagai Festival Director; dan Chief Editor di Asumsi, Lisa Siregar sebagai Program Coordinator. Ekky Imanjaya menekankan pentingnya sebuah festival film internasional di Jakarta sebagai wadah untuk berkompetisi, membangun jaringan dan praktik untuk anak-anak muda, apalagi mereka yang belajar dalam kegiatan sebagai volunteer. Ia melanjutkan, festival ini juga diharapkan menjadi “Mak Comblang” yang menjodohkan pemberi dana dengan para pembuat film.

Bagi Rina Damayanti, Jakarta Film Week ditujukan untuk dapat menghadirkan bakat baru dan tangguh di dunia perfilman, serta kesempatan untuk produser dan eksibitor dalam meningkatkan minat penonton kembali ke bioskop. Acara ini juga diharapkan mampu menjadi sarana untuk memperkuat daya saing film Indonesia di kancah internasional. Sementara Lisa Siregar menjelaskan “Going The Distance” sebagai tema Jakarta Film Week tahun ini, yang merupakan respon di masa pandemi, dimana semua orang termasuk pelaku perfilman diharuskan untuk mampu beradaptasi. Lisa kemudian memaparkan dua program besar yang ada di Jakarta Film Week nantinya, yaitu program pemutaran film dan program non-pemutaran film. 

Dalam program pemutaran, Jakarta Film Week akan memutarkan film panjang dan film pendek dari Indonesia dan Internasional (kompetisi dan non kompetisi). Kategori kompetisi akan dinilai oleh juri-juri yang akan dipilih nantinya, dimana film-film yang bersaing akan memperebutkan tiga penghargaan: Global Feature Award (film panjang internasional terbaik), Direction Award (film panjang Indonesia terbaik) dan Global Short Award (film pendek internasional terbaik). Program pemutaran menerima karya-karya para sineas paling lambat tanggal 30 September 2021. Film-film yang terpilih akan ditayangkan secara daring (melaui OTT yang akan disebutkan nanti) dan diputar secara offline di bioskop.

Program non-pemutaran terdiri dari Jakarta Film Fund, Masterclass, Talks, Community serta Exhibition dan Showcase. Jakarta Film Fund merupakan kompetisi ide cerita yang bisa diikuti oleh sebuah tim, dimana paling tidak dari tiga anggota tim, salah satunya harus warga DKI Jakarta. Pendaftarannya akan ditutup pada tanggal 12 September 2021. Lima cerita terbaik akan mendapatkan dukungan berupa dana produksi sebesar Rp 30.000.000,- serta program mentoring dari pembuat film professional, movielab penyutradaraan, penulisan naskah dan penyuntingan gambar. Dengan waktu cukup singkat, film-film yang selesai diproduksi nantinya ditayangkan saat festival berlangsung di bulan November.

Program Masterclass sendiri ditujukan khusus untuk para pembuat film, baik peserta kompetisi maupun bukan. Program ini nantinya menghadirkan narasumber berpengalaman di dunia perfilman. Sementara penonton umum bisa mengikuti program Talks yang memberikan informasi seputar perfilman. Komunitas-komunitas film juga bisa memanfaatkan acara ini untuk berjejaring dalam program Community. Perhelatan utama Jakarta Film Week akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 21 November 2021, dimana sebelumnya akan ada acara “road to…” dengan beragam kegiatan. Untuk informasi selengkapnya, mari kita tengok media sosial @jakartafilmweek dan laman www.jakartafilmweek.com .

Dengan segala isu dan problematika yang timbul, Jakarta masih menjadi kota yang dicintai dengan beragam janjinya. Jakarta Film Week menjadi pemegang estafet janji tersebut untuk film dan orang-orang yang hidup dalam alurnya.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top