Festival Film Indonesia 2021
Uncategorized

“Marlina” Proyek Mouly Surya Terbaru yang Menembus Cannes

Selasa, 26 April 2016 telah diselenggarakan press conference tentang dua film Indonesia yang berhasil menembus sebuah Festival bergengsi: Cannes Film Festival 2016. Salah satunya adalah “Marlina The Murderer In Four Acts” yang merupakan proyek film panjang ke-3 karya sutradara Mouly Surya.

Proyek film ini merupakan salah satu dari 15 proyek film dari berbagai belahan dunia yang masuk dalam L’Atelier Cinefondation yang merupakan project market dimana para pembuat film bisa mencari mitra produksi, penjualan serta distribusi internasional. Sebelum masuk dalam seleksi L’Atelier Cinefondation, proyek film ini sendiri menerima “Next Masters Support Program” dari Talents Tokyo di tahun 2015 dan juga masuk seleksi Asian Project Market (APM), dimana sineas bisa bertemu dengan para stakeholder film di Busan International Film Festival di tahun yang sama.

Pada saat press conference yang juga memperkenalkan program Ciné-Macet serta tembusnya film Prenjak karya Wregas Bhanuteja dalam Semaine de la Critique di Cannes, Mouly bercerita kalau proyek film ini berawal dari obrolan dan tawaran dari Mas Garin Nugroho di sebuah acara. Mas Garin ingin skenario yang ia garap dieksekusi oleh salah satu sutradara yang ia suka. Dan itu adalah Mouly sendiri. Ide cerita film ini, ujar Mas Garin, berasal dari beberapa pengalamannya ketika berada di Sumba. Dimana ketika orang sakit hati atau memiliki dendam terkadang dengan berani memenggal kepala seseorang yang dibencinya lalu dibawa ke sekitar pasar dan berujung ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Alur cerita “Marlina The Murderer In Four Acts” sendiri, seperti garis besar pengalaman Mas Garin di atas, bercerita tentang Marlina (yang akan dibintangi oleh Marsha Timothy), seorang janda berusia 35 tahun yang berani memenggal kepala seorang pimpinan perampok dan membawa lari potongan kepala tersebut. Di perjalanan ia mendapati berbagai kejadian, seperti kejaran kelompok perampok hingga dihantui oleh sosok tanpa kepala.

Foto bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proyek Marlina. (foto: Ali/Infoscreening)

Foto bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proyek Marlina. (foto: Ali/Infoscreening)

Selain Cinesurya, rumah produksi milik Rama Adi dan Mouly Surya, proyek film ini dikerjakan juga atas kerjasama dengan Kaninga Pictures yang sebelumnya menggarap “I Am Hope”. Mouly sendiri sangat antusias untuk mempresentasikan karya terbarunya di ajang L’Atelier Cinefondation dalam Cannes Film Festival 2016, dimana ia bisa saja bekerjasama dengan produser-produser internasional serta nantinya akan ada peluang untuk distribusi di Eropa.

Pengambilan gambar film ini akan dilakukan di Sumba dalam waktu dekat.

Festival Film Indonesia 2021

Most Popular

To Top