Festival Film Indonesia 2021
Artikel

Merayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang – Indonesia dengan Pekan Sinema Jepang

PEKAN SINEMA JEPANG 2018

Hubungan diplomatik antara Jepang dengan Indonesia berawal sejak ditandatanganinya perjanjian perdamaian pada tanggal 20 Januari 1958. Sejak saat itu terjalinlah kemitraan antara kedua negera yang tidak hanya bekerja sama dalam hal ekonomi politik, tapi juga dalam hal sosial budaya.

Salah satu kerjasama terbaru antara Jepang dan Indonesia terbentuk dalam sebuah film karya sutradara Koji Fukada yang berjudul “The Man From The Sea” yang berlatar Aceh dengan pemain berasal dari Jepang dan Indonesia. Film tersebut menjadi film penutup di perhelatan Pekan Sinema Jepang Tahun ini yang akan diselenggarakan pada tanggal 7–16 Desember 2018 di CGV Grand Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa film merupakan salah satu media paling ampuh untuk memperkenalkan budaya suatu negara. Indonesia dan Jepang cukup aktif saling bertukar karya para sineas masing-masing. Seperti halnya para sineas Indonesia yang acap kali memutar karya mereka di beberapa festival di Jepang, para sineas Jepang pun diberikan wadah berupa acara-acara khusus untuk memperkenalkan karya dan budaya negara mereka, salah satunya adalah Pekan Sinema Jepang.

Baca juga: HelloFest 12th Apresiasi Kreator Segar Animasi dan Film Pendek Indonesia!

Perhelatan ini diselenggarakan oleh Visual Industry Promotion Organization (VIPO) bersama Agency of Cultural Affairs dan Japan Foundation yang diharapkan bisa memperbesar peluang diputarnya film-film Jepang di Indonesia dan berkontribusi pada cultural tourism di Jepang.

Norihisa Tsukamato, Director General dari Japan Foundation dalam konferensi pers pada tanggal 27 November 2018 di CGV Grand Indonesia mengatakan, tahun ini Pekan Sinema Jepang membawa banyak sekali film-film baru untuk bisa disaksikan para penonton Indonesia. Ini bisa dilihat dari 36 film dengan beragam genre yang siap diputar, mayoritas merupakan film-film karya teranyar sutradara-sutradara mumpuni Jepang. Sebagai contoh, dan menjadi incaran para penggemar film adalah film “Shoplifters” arahan sutradara Hirokazu Kore-eda yang banyak dibicarakan pasca memenangkan Palme d’Or di Cannes Film Festival, “One Cut Of The Dead” sebuah film indie yang menghebohkan Jepang, film romantis “The Tokyo Night Sky is Always the Densest Shade of Blue”, “Color Me True”, tentu saja “The Man From The Sea”, dan lain-lain. Film-film tersebut dikelompokkan dalam beberapa segmen, antara lain New J-Director, New J-Film, “Samurai” Historical, “Kira-Kira” Teen, “Tokusatsu” Special Effects, dan Documentary. Beberapa film yang diputar akan dihadiri oleh para sineas maupun pemainnya, seperti hampir semua sutradara dalam segmen “New J-Director” akan menghadiri sesi pemutaran film mereka, serta orang-orang yang berada di belakang film Ghibli “The Tale of Princess Kaguya” juga akan turut hadir.

Baca juga: JAFF dan Film-Film yang Diputar Perdana

Selain memutar film-film Jepang dengan dihadiri banyak pembuatnya, Pekan Sinema Jepang selama sepuluh hari ini juga juga dihiasi oleh beragam acara pendamping berupa simposium dan workshop, antara lain Talk with a Director and the Producer of Modest Heroes from Studio Ghibli to Studio Ponoc, Let’s Enjoy Tokusatsu (Special Effect Films), Symposium with Young Film Directors, Let’s Make Clouds! (Special Effect workshop), dan Talk about International Co-Production between Indonesia and Japan.

Jadwal pemutaran film sudah bisa dilihat dan tiket sudah bisa dipesan dari sekarang di Jcinema2018.id/schedule.php

Mari menikmati Jepang di Jakarta!

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top