Uncategorized

Mesin Waktu Hadir Dalam Bentuk Recital Movie Scoring George Melies

Siapa mengira, mesin waktu hadir di Europe on Screen 2016. Mesin waktu ini dihadirkan dalam sebuah pengalaman, dalam bahasa kerennya, holistik, yakni 29 film pendek mahakarya George Melies yang diiringi live orchestra Trinity Youth Orchestra, disokong Sjuman School of Music. Mereka hadir dalam program Recital Film Scoring yang berlangsung Sabtu-Minggu 7-8 Mei 2016 di Erasmus Huis, Jakarta.

Menggunakan strings, woodwinds, brass dan rhytm, penonton mendapatkan pengalaman menonton film bisu layaknya ketika film-film itu hadir di awal abad 20. Tentu scoring yang ditampilkan bukan yang sama persis ketika filmnya rilis, melainkan interpretasi baru.

Resital ini terdiri dari enam bagian dengan 11 komposer berbeda. Untuk pembuka ada The Magician, The astronomer’s dream, The four troublesome heads, The pillar of fire dan Cinderella. Komposisi bagian ini mengambil referensi dari musik abad 20 dan komposer Perancis seperti Debussy, Ravel dan Saint-Saens.

recital george miles eos 2

Kombinasi dengan bunyi modern sangat pas dengan adegan yang ada di layar. Adegan bahagia terdengar ceria dan adegan imajinatif begitu meriah. Trinity Youth Orchestra dengan baik menghadirkan mesin waktu masa lalu, mengajak penonton ke zaman sebelum The Avengers, sebelum Star Wars, bahkan sebelum apa yang disebut film panjang itu ada.

Bagian lain berganti komposer dan konduktor tapi tidak mengurangi pengalaman mesin waktu yang langka ini. Jarang-jarang kan ada film bisu dihadirkan dengan orkestra langsung, gratis lagi.

Jika dilihat dari kacamata zaman kini, tentu film sutradara kelahiran tahun 1861 ini terkesan “norak”. Tapi pada zamannya, dia adalah pionir imajinatif yang membayangkan perjalanan ke bulan ketika roket belum diciptakan serta sekuens adegan sulap dan mimpi yang sangat kreatif. Pembuat film sekarang tinggal melihat film zaman dahulu sebagai referensi, Melies sendiri tidak memiliki referensi film tapi mampu mengisahkan imajinasi yang unik dan menginspirasi banyak film pada abad 20.

Most Popular

To Top