Festival Cinema Prancis 2021Jakarta Film Week 2021
Artikel

Sementara, Selamanya: Sementara Syuting Dibatasi dulu, Semoga Bukan Selamanya

Salah satu industri yang harus ekstra sabar dalam melangsungkan aktivitas selama pandemi adalah industri perfilman. Sebagaimana kita ketahui, untuk melaksanakan syuting sebuah film atau serial tertentu dibutuhkan banyak kru di lokasi, juga waktu dan tempat yang seringkali berpindah-pindah. Oleh karena itu, tentu sangat berbahaya jika harus dipaksakan untuk berkegiatan. Akibatnya, banyak proses produksi film yang tertunda, penayangan film di bioskop pun mengalami hal yang sama. Banyak kru film yang tidak punya pekerjaan selama situasi ini.

Sementara bidang usaha lain memungkinkan pengganti aktivitas dengan cara work from home, dengan kreativitas yang tak terbendung, bukan tidak mungkin film ataupun serial juga bisa melakukan hal yang sama, dengan segala keterbatasan yang ada. Tercatat ada beberapa proyek film pendek, serial, ataupun webseries yang berhasil rampung selama pandemi ini.

Beberapa Proyek yang Rampung Selama Pandemi

Guru-Guru Gokil adalah salah satu film yang dinantikan kehadirannya di bioskop tanah air. Sayang sekali film produksi Base Entertainment ini musti ditunda penayangannya. Keputusan tersebut tidak lantas membuat filmmakers di belakangnya berpangku tangan, mereka lantas membuat delapan episode sandiwara radio yang bisa didengarkan di iRadio, Instagram, YouTube dan Spotify. Setiap episodenya berdurasi kurang lebih lima menit. Para pengisi suaranya pun merekam suara mereka di rumah masing-masing.

Keluarga Hanung Bramantyo, atau lebih akrab disebut The Bramantyos membuat sebuah film pendek horor dengan judul Di Rumah Sendirian di mana anak-anak Hanung sendiri sebagai pemain dan support system di rumah yang sangat membantu. KUY Entertainment yang dimiliki Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Fachri Albar membuat webseries sepanjang sepuluh episode bertajuk Curhat Online yang disutradarai oleh Ryan Monoarfa dan ditulis oleh Stephany Josephine. Setiap episode berdurasi antara sepuluh sampai lima belas menit dan bisa ditonton di kanal YouTube milik KUY Entertainment. Para pemainnya melakukan syuting di rumah masing-masing dengan menggunakan Zoom.

Baca juga: Festival Film Daring, Gaya Baru Merayakan Sinema di Tengah Pandemi

Sementara itu Jason Iskandar dengan rumah produksinya Studio Antelope mengumpulkan 278 footage dari teman-teman di media sosial dalam proyek #bikinfilmbareng untuk kemudian ia satukan menjadi satu cerita yang utuh: sebuah film pendek romatis yang berjudul Cerita Tentang Jendela. Beda lagi dengan Yandy Laurens yang berkarya bersama sebuah produk, menghasilkan sebuah film pendek berjudul Sepuluh Meter dengan pemain Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Sebuah film yang bercerita tentang rasa takut, cemas, stres saat tidak bisa pergi ke mana pun selain tinggal di rumah saja. Selama Ramadan kemarin, ada pula Rahabi Mandra bersama Temata Studios dan Menjadi Manusia menghadirkan webseries dengan judul Ustadz Jaga Jarak. Sang Ustadz melakukan kegiatan-kegiatannya secara online sekaligus mendengarkan segala persoalan masyarakat. Sementara Ernest Prakasa membuat mini sitcom bersama keluarganya dengan judul Keluarga Ngenest yang bisa ditonton di IG TV pribadinya. Dan barangkali ada proyek-proyek lainnya di dunia maya sana yang belum ditulis dalam artikel ini.

Miniseri “Sementara, Selamanya”

Setelah masa pandemi dengan menjalani syuting secara sendiri-sendiri, memasuki era new normal ini saatnya mengatur cara baru proses produksi sebuah film atau serial. Banyak artikel yang bisa diamati tentang cara baru syuting yang tengah dilakukan di negara-negara lain, di antaranya seperti mengatur jumlah kru agar lebih sedikit, lokasi syuting di satu atau dua tempat, kebersihan ditingkatkan, pengaturan jam kerja, penggunaan masker, dan sebagainya. Badan Perfilman Indonesia (BPI) sendiri telah mengajukan protokol syuting kepada Gugus Tugas Covid-19 dan saat ini menunggu keputusan pemberlakuan hal tersebut.

Di tengah pertimbangan ini, Reza Rahadian, Ika Natassa dan Arya Ibrahim bersama rumah produksi mereka, Spasi Moving Image juga menerapkan protokol syuting di era new normal dalam miniseri pertama mereka, Sementara, Selamanya. Semua ini berawal dari obrolan dan tantangan Reza Rahadian kepada Ika Natassa untuk menulis sebuah cerita yang bisa diproduksi dalam situasi seperti ini. Ika pun menyanggupi dengan membuat skenario. Reza menyukai itu, dan pada akhirnya syuting pun dilakukan. Reza sendiri bertindak sebagai sutradara dan pemain, sementara Arya Ibrahim menjabat sebagai produser. Sebetulnya setiap orang memiliki pekerjaan ganda dalam miniseri ini dan menerapkan prinsip gotong royong, terang Reza Rahadian dalam sebuah konferensi pers lewat media Zoom. Selama kariernya bukan pertama kalinya Reza menjadi sutradara. Sebelumnya Reza pernah menyutradarai sebuah film pendek berjudul Sebelah, sebuah segmen di film omnibus Isyarat, dan sebuah segmen lagi dalam film omnibus Wanita Tetap Wanita.

Pengerjaan miniseri ini tergolong singkat dan memperhatikan banyak batasan: Proses reading dan meeting dilakukan dengan aplikasi Zoom, total kru sebanyak 7 orang, tidak ada keramaian, proses syuting selama 3 hari di 1 lokasi yang sama, di mana 1 hari mengerjakan 2 episode, serta sharing file juga dilakukan secara online. Dan miniseri dengan total 6 episode ini pun siap untuk disaksikan melalui aplikasi Vidio mulai tanggal 6 Juni 2020, setiap Sabtu dan Minggu.

Selain Reza Rahadian, miniseri ini juga menampilkan akting dari Laura Basuki, Christine Hakim, dan Ruth Marini. Laura Basuki mengaku, tadinya ia merasa hopeless dengan kondisi saat ini. Tapi ternyata, kalau kita mau berkreasi pasti ada jalannya. Ungkapan Laura tersebut didukung oleh Christine Hakim. Beliau mengingatkan, kita harus tetap bersyukur, jangan ada jalan untuk meratap dan putus asa.

Baca juga: Images Festival: Pribumi, Teknologi, dan Pandemi

Sementara, Selamanya berkisah tentang Saka dan Zara, pasangan suami-istri yang terpaksa terpisah karena Zara harus bertugas mengurus banyak pasien Covid-19. Video call pun menjadi harapan untuk menyelamatkan hubungan mereka. Ika Natassa menggambarkan makna Sementara, Selamanya itu sebagai hal-hal dalam hidup ini, di mana ada yang sifatnya sementara, ada juga yang selamanya. Ada yang diharapkan sementara, berlangsung selamanya, atau malah sebaliknya.

Di penghujung konferensi pers via Zoom sore itu, Reza Rahadian sekali lagi menyapa para jurnalis dengan semangat baru dan kerinduan yang terlihat sementara, tapi terasa selamanya.

Festival Cinema Prancis 2021Jakarta Film Week 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top