Italian Film Festival 2021
Berita

Perempuan Sebagai Korban Budaya dalam Cinta Bete

Jakarta – Film Cinta Bete merupakan film fiksi produksi Inno Maleo Films yang bercerita tentang perempuan bernama Bete Kaebauk (Daniella Tumiwa) dengan latar lokasi di Atambua dan balam balutan budaya Belu Atambua. Diceritakan oleh Leni sebagai produser saat press-screening (5 November 2021), ide proyek bermula ketika Leni Lolang mengunjungi Atambua dalam untuk turut membantu pemerintah dalam proyek pengembangan kebudayaan. Dalam masa-masa tersebut, mulai digalang berbagai kisah hingga akhirnya jadilah film Cinta Beta ini.

Beberapa hari yang lalu muncul sebuah perbincangan mengenai kecurigaan terhadap Jawakarta Gaze dalam film. Cinta Bete sendiri menggambarkan Bete Kaebauk sebagai perempuan yang menjadi korban dari situasi dan budaya hingga tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Absennya kasih sayang ayah terhadap anak (perempuan) dan juga perlakuan terhadap istri yang baru saja keguguran pun juga digambarkan sebagai ekses dari budaya tadi. Beberapa gambaran tersebut bisa jadi akan memantik benar-tidaknya Jawakarta Gaze ini yang tentu bisa dibuktikan sendiri dan dikembalikan pada masing-masing yang menonton.

Trailer film Cinta Bete (YouTube film Cinta Bete)

Selain itu Cinta Bete juga mengangkat tentang gangguan mental dan pendidikan seminari yang mana kemudian keduanya diceritakan berhimpitan satu sama lain. Bete yang mengalami gangguan mental setelah hubungannya yang gagal kemudian dirawat oleh Emilio, teman masa kecil yang sedang menempuh pendidikan untuk menjadi pastur. Kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan membuat Emilio harus membawa dan merawat Bete di asrama hingga pulih kembali. Ditanyai mengenai riset dan keterlibatan sejumlah nama romo dalam kredit, Roy dan Leni Lolang mengaku para romo ini turut dilibatkan dalam diskusi seputar cerita termasuk kondisi-kondisi apa saja yang memungkinkan bagi pastur dalam merawat orang yang sedang sakit.

Cinta Bete mendapat 10 nominasi Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2021. Antara lain untuk Penulis Skenario terbaik untuk Titien Wattimena & Lina Nurmalina, Pengarah Artistik Terbaik untuk Okie Yoga Pratama, Penyunting Gambar terbaik untuk Wawan I. Wibowo & Liliek Subagyo, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Djenar Maesa Ayu, Pemeran Wanita Terbaik untuk Hana Prinantina Malasan, Pengarah Sinematografi Terbaik untuk Roy Lolang, Penata Musik Terbaik untuk Thoersi Argeswara, Pencipta Lagu Tema terbaik untuk Oscar Lolang & Titien Wattimena, Penata Busaha Terbaik untuk Gemailla Gea Geriantiana. Tidak ketinggalan juga nominasi Film Cerita Panjang Terbaik.

Sambutan dari kru dan pemeran Cinta Bete (Panji/Infoscreening)

Film Cinta Bete akan tayang serentak mulai 18 November 2021.

Baca juga artikel-artikel lain dari Panji pada halaman berikut.

Italian Film Festival 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top