Europe On Screen 2021Sundance Film Festival 2021 Asia
Berita

Minikino FIlm Week 7, Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Dari siaran pers

Masih di tengah terpaan pandemi COVID-19, Festival film pendek Minikino Film Week 7 (MFW7) – Bali International Short Film Festival, akan  kembali hadir pada 3-11 September 2021 mendatang di Bali. Sebagai komitmen untuk saling menjaga, seluruh rangkaian acara diselenggarakan secara luring (fisik) dan daring (online) yang dibarengi dengan komitmen penerapan protokol kesehatan bagi penonton maupun penyelenggara yang bertugas. 

Penyelenggaraan Pop Up Cinema MFW tahun 2020 (dokumentasi Minikino)

“Festival di tengah pandemi tetap perlu memperhatikan protokol kesehatan dan tahun ini ada syarat tambahan bagi seluruh pekerja festival dan penonton untuk memiliki bukti vaksin minimal satu kali atau hasil negatif rapid test antigen swab di bulan September 2021,” ujar Direktur festival, Edo Wulia. 

Tercatat 925 judul film pendek, masuk melalui kanal online Short Film Depot dan Filmfreeway yang dibuka untuk film maker dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Seluruh film yang masuk kemudian melalui proses seleksi. Tahun ini MFW7 menampilkan 214 film baik dari Indonesia maupun luar negeri, yang dikemas dalam 36 program.

Selain itu MFW7 akan menampilkan program film pendek dari festival tamu yaitu Image Forum Festival (Jepang), In-Docs (Indonesia), Seoul Yeongdeungpo International Extreme Short Image & Film Festival (Korea), Reel Asian (Canada), dan Clermont-Ferrand International Short Film Festival (Prancis). 

Dalam kerja berjejaring dengan festival di luar Indonesia, minikino berhasil membawa program film pendek Indonesia untuk tampil di berbagai sirkuit festival film internasional sepanjang tahun. Tahun ini kerjasama seleksi dan kurasi dilakukan untuk KAUM Alternative Indonesian Performance and Film Festival (Jerman) pada 8-21 Agustus 2021, Nòt Film Festival (Italia) pada 24-29 Agustus 2021, dan Seoul Yeongdeungpo International Extreme-Short Image & Film Festival (SESIFF, Korea Selatan) pada 7-12 September 2021 mendatang dan Image Forum Festival di Tokyo dan Nagoya, Jepang pada 25 September – 3 Oktober 2021 mendatang.“Berjejaring merupakan kunci. Minikino Film Week adalah jembatan sekaligus pintu yang membuka lebar potensi kerjasama serta apresiasi terhadap film-film pendek terbaik Indonesia, Asia Tenggara dan internasional,” papar Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino.

Tahun ini Fransiska mendapat kesempatan menjadi bagian komite juri dalam ReelOzInd! Australia Indonesia Short Film Competition dan SESIFF Korea, pembicara dalam workshop film fiksi pendek yang diselenggarakan AKATARA, serta mempresentasikan program Minikino di Image Forum Festival mengenai Film in Shelter dan Short Film Forum: How To Make The Most Of Film Festival yang diselenggarakan oleh Objectifs Centre for Photography and Film, Singapura.

Penganugerahan Penghargaan Internasional

Tahun 2021 ini, Minikino Film Week kembali memberikan penganugerahan penghargaan untuk film-film pendek terbaik dalam beberapa kategori, antara lain; National Competition Award, Best Animation Short, Best Audio Visual Experimental Short, Best Children Short, Best Documentary Short, Best Fiction Short, Programmer’s Choice, dan Best Short Film of The Year 2021. 

Juri untuk penghargaan kompetisi internasional tahun ini ialah Asako Fujioka (Yamagata International Documentary Film Festival, Jepang) , Lucky Kuswandi (sutradara dan penulis film, Indonesia), Kelly Lui (Reel Asian, Canada), dan Monez Gusmang (ilustrator, Indonesia). 

Nominasi penerima penghargaan MFW National Competition Award diseleksi oleh juri tahap pertama yang merupakan keenam programmer Indonesia Raja 2021 yaitu Akbar Rafsanjani (Aceh), Kardian Narayana (Bali), Kemala Astika (Cirebon), Nosa Normanda  (Jakarta), Sazkia Noor Anggraini (Yogyakarta). Lima nominasi pada kategori ini ialah tiga karya film pendek fiksi berjudul Angpao (sutradara Stefanus Cancan), Chintya (sutradara Sesarina Puspita), Masa Depan Cerah (sutradara Winner Wijaya) dan dua film pendek dokumenter yaitu Shin Hua (sutradara Erick Sutanto), Salmiyah (sutradara Harryaldi Kurniawan). Pemenang ditentukan dengan sebuah pertemuan juri final yaitu Anom Darsana (produser musik dan teknisi suara, Indonesia), John Badalu (produser film, Indonesia) dan Sanchai Chotirosseranee (Thai Film Archive).

Tahun ini Minikino Film Week juga bekerjasama dengan The Raoul Wallenberg Institute Humanitarian Rights and Law yang berbasis di Lund, Swedia, untuk memberikan perhatian pada film-film pendek yang berurusan dengan serangkaian masalah kesetaraan, keragaman, dan lingkungan. Satu film pendek akan terpilih untuk mendapatkan gelar The RWI Asia Pacific Award at MFW7 dengan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000. 

Ada pun film-film yang masuk nominasi untuk memperebutkan gelar tersebut adalah Citarum (sutradara Ali Satri Efendi, Indonesia, 2020), God’s Daughter Dances (sutradara Sungbin Byun, Korea Selatan,  2020), Gold is Eating People (sutradara Su Xia, Cina, 2020), The Last Breath of Tonle Sap. (sutradara Thomas Cristofoletti, Robin Narciso, Kamboja, 2020), dan The Execution (sutradara Jeroen Van der Stock, Jepang, 2019). 

Ragam Program Interaksi

Sudah terlaksana berbagai acara pra-festival yang dimulai sejak bulan Juni lalu. Diawali dengan program Hybrid Writer Internship yang masih berlangsung hingga November 2021, hingga kompetisi produksi film pendek nasional tahunan, Begadang Filmmaking Competition pada 23-24 Juli lalu. 

Tahun ini Minikino didukung oleh Kisahpedia, lembaga akuisisi film yang menaruh perhatian pada isu keragaman dan toleransi dalam penyelenggaraan Begadang Filmmaking Competition. Kompetisi ini diikuti oleh 39 tim produksi dari berbagai daerah di Indonesia, namun hanya 29 tim yang berhasil menyelesaikan produksi sesuai batas waktu. Kemudian, dari 29 film yang masuk diseleksi kembali hingga terpilihlah 10 film pilihan yang akan ditayangkan selama festival. 

Dari 10 film pilihan tersebut, terpilih 4 (empat) film nominasi yang akan melalui proses penjurian dan memperebutkan gelar pemenang, yakni, Makasih, Mbak Anggun (dir. Dimas Adiputro, Suka Films), Selamat Datang di Indonesia (dir. Azalia Muchransyah, CATastrophe Productions), Pro Cast (dir. Immanuel Kurniawan, Victoria Film / Malang, Jawa Timur), dan From Mars For England (dir. Mochamad Rizky Fauzy, KMTF).

Selain lebih dari 150 kali pemutaran film di berbagai lokasi selama sepekan, MFW7 juga memberikan fasilitas bagi para pegiat film untuk bertemu, berjejaring, hingga mempromosikan karya mereka lewat Short Film Market. Terdapat kegiatan forum diskusi Kopi Selem, Nurturing FIlm Festival Writers dan Toast Your Short, workshop bedah film, Open Screen, Short Film Library, Open Screen Event, Begadang 2021 Official Selection, dan RWI Asia Pacific Award Nominees at MFW7 dengan Audio Description dan Closed Caption yang dapat dinikmati bersama  teman-teman tuna netra dan tuli.

Untuk pertama kalinya tahun ini MFW7 akan menghadirkan pengalaman menikmati film virtual reality (VR) berjudul “Penggantian” karya Jonathan Hagard, seorang sutradara Indonesia-Prancis. Film ini menggambarkan akar identitas budaya, perubahan sosial, politik dan lingkungan hidup. Sebelum hadir di Minikino Film Week, “Penggantian” sudah lebih dulu tampil bahkan meraih penghargaan di berbagai festival seperti Venice International Film Festival, Annecy Festival dan Siggraph.

Hadir di Seluruh Penjuru Bali 

Tahun ini MFW7, Bali International Short Film Festival hadir di 15 titik yang tersebar di seluruh Bali. Festival Lounge atau tempat titik temu festival berada di MASH Denpasar. Selebihnya lokasi tersebar di kota Denpasar (Antida Sound Garden, Alliance Française Bali, Irama Indah Mini Hall, CushCush Gallery, Rumah Sanur Creative Hub, Men Brayut), kabupaten Badung (Uma Seminyak), kabupaten Buleleng (Rumah Film Sang Karsa), dan kabupaten Gianyar (Omah Apik Pejeng). Layar tancap tahun ini akan diadakan di kabupaten Buleleng (Desa Pedawa), kabupaten Jembrana (Pangkungjaka, Desa Tukadaya) dan kota Denpasar (Kebun Berdaya Kampung Hijau, Desa Tegeh Sari).

Pop Up Cinema MFW tahun 2017 (dokumentasi minikino)

Made Suarbawa, direktur traveling cinema mengatakan bahwa, bertemu dengan penonton di desa dalam program layar tancap selalu memberikan gairah baru. Pandemi ini membuat komunikasi dengan kolaborator menjadi semakin erat, selain untuk berkoordinasi, juga untuk saling bertukar informasi  dan dukungan dalam beraktivitas dan mempersiapkan MFW7.

Buku program digital dan jadwal festival tersedia di situs minikino.org/filmweek. Semua program gratis dan terbuka untuk umum, sesuai dengan pedoman usia. Namun seluruh calon penonton diwajibkan mendaftar terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi acara untuk mendapatkan festival pass. Formulir festival pass dapat diisi secara daring di minikino.org/mfw7pass.

Europe On Screen 2021Sundance Film Festival 2021 Asia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top