Festival Film Indonesia 2021
Berita

Proyek Film Terbaru Mouly Surya Dapatkan Dukungan Hubert Bals Fund Voices

Siaran Pers

Proyek film terbaru Mouly Surya, A Road With No End (Jalan Tak Ada Ujung), mendapatkan dukungan pengembangan skenario dari Hubert Bals Fund Voices, Rotterdam.

“Dukungan dari Hubert Bals Fund (HBF) telah membantu penyelesaian film kedua saya, What They Dont Talk Love When They Talk About Love pada 2013 lalu. Saya senang HBF kembali memberikan dukungan pengembangan project saya,” kata Sutradara Mouly Surya.

Dari 480 proyek film yang mendaftar seleksi HBF musim gugur 2019, A Road With No End menjadi satu dari 11 proyek film yang mendapatkan pembiayaan. Pertimbangan utama seleksi pendanaan yang berada di bawah naungan Rotterdam International Film Festival ini adalah kualitas artistik dari proposal proyek film, potensi co-produksi internasional, dan distribusi internasional.

Dukungan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1988 dan diberi nama sesuai dengan nama direktur pertama Rotterdam International Film Festival, Hubert “Huub” Bals. Penamaan ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Hubert “Huub” Bals.

Hubert Bals Fund dirancang untuk membantu pembuatan film-film penting sutradara inovatif dan berbakat dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan beberapa negara Eropa Timur. Dukungan tersebut memiliki dua kategori, yaitu HBF Bright Future untuk sutradara baru, dan HBF Voices untuk sutradara berpengalaman.

Sekilas Tentang Jalan Tak Ada Ujung

Film yang diadaptasi dari novel karya Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung, ini merupakan proyek film keempat sutradara Mouly Surya, setelah sebelumnya menghasilkan Fiksi (2007), What They Dont Talk Love When They Talk About Love (2013), dan Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017).

A Road With No End (Jalan Tak Ada Ujung) bercerita tentang Isa, seorang guru yang berusaha mencari keberanian dan masalah impotensinya kembali. Ia kemudian bergabung dengan kelompok pejuang gerilya pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Film ini berlatar belakang kota Jakarta yang dicekam oleh ketegangan “perang kota” antara September 1946 hingga Juli 1947.

Baca juga: “Paguruan 4.0” Raih Film Terbaik Eagle Award Documentary Competition 2019

Buku Jalan Tak Ada Ujung pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1952 dan mendapatkan Hadiah Sastra Nasional Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) pertama. Sastrawan M Balfas berpendapat bahwa Jalan Tak Ada Ujung sebagai karya sastra terbaik Mochtar Lubis. A.H. Johns melakukan alih bahasa ke Bahasa Inggris menjadi A Road With No End pada tahun 1968.

A Road With No End (Jalan Tak Ada Ujung) akan diproduksi pada 2020 oleh rumah produksi Cinesurya dengan produser Rama Adi dan Fauzan Zidni.

Para penerima pendanaan lainnya dapat dilihat di iffr.com

Sumber gambar: iffr.com

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top