Uncategorized

Reportase – Perkenalkan Sinema Alternatif, Enam Film Pendek diputar di Tangerang

16 April 2016 – Geegoe, suatu portal berita yang berfokus seputar film, musik, dan budaya telah mengadakan acara pemutaran yang diberi nama Jika Sinema. Diadakan di Ekabi Eskrim Pasar Lama Tangerang mulai pukul 19, diputar tidak kurang enam film pendek antara lain “400 Words” dan “Setan Siang Bolong” karya Ismail Basbeth, “Hardliner” karya Andibachtiar Yusuf dan Amir Pohan, “Sepatu Baru” karya Aditya Ahmad, “Udud” karya Alif Firza, serta “Wong Cilik” karya Wisnu Dewa Broto.

Diskusi dan tanya jawab “Udud” dan “Wong Cilik” dalam Jika Sinema

Turut hadir dalam acara, beberapa pembuat film dari “Udud” serta Wong Cilik. Keduanya mengisi tanya jawab dalam dua sesi yang berbeda: setelah pemutaran Udud, dan setelah pemutaran Wong Cilik. Memiliki tema dan gaya penceritaan yang menarik -Udud menggambarkan rokok yang memiliki jiwa, dan Wong Cilik penghilangan petani usai peristiwa ’65, pihak dari kedua film yang hadir menjawab pertanyaan yang masuk terutama menyoal motif, ide cerita serta pengembangannya, dan juga hal-hal teknis yang menopang proses produksi.

Diskusi dengan pembuat film Wong Cilik, dalam Jika Sinema Ekabi Eskrim Tangerang

Diskusi dengan pembuat film Wong Cilik, dalam Jika Sinema Ekabi Eskrim Tangerang (Infoscreening)

Kebutuhan akan sinema alternatif di Tangerang

Dalam keterangannya, Caesar Damara selaku co-founder dari Geegoe mengungkapkan bahwa Jika Sinema diselenggarakan untuk mengenalkan kembali Geegoe serta ingin membawa pemutaran alternatif, yang selama ini lebih banyak di Jakarta, ke Tangerang yang notabenenya merupakan markas dari Geegoe. Ke depannya akan disiapkan pemutaran rutin dengan memutar film-film ‘indie’ sesuai dengan arah Geegoe sendiri. Mengenai film-film yang ditampilkan, Caesar menjelaskan bahwa reputasi dari para pembuatnya, serta raihan yang telah diperoleh membuat 400 Words, Setan Siang Bolong, Hardliner, Sepatu Baru, Udud, dan Wong Cilik dipilih ditampilkan dalam acara ini.

Seirama dengan kegelisahan pihak penyelenggara, Alif, sutradara “Udud”, selaku pembuat film yang saat ini berdiam di Tangerang menyambut positif acara ini. Alif yang juga sering menyambangi acara serupa di Jakarta, berharap acara seperti ini bisa diselenggarakan secara rutin karena dapat memperkenalkan Tangerang akan film-film dengan jenis berbeda yang dibuat oleh sineas Indonesia.

Beberapa peserta yang hadir mengutarakan pendapat positif mereka mengenai acara ini, walaupun tidak ketinggalan turut juga menyampaikan uneg-uneg mereka baik mengenai sisi teknis maupun alur acara. Namun dari jumlah peserta serta suasana yang terbangun selama acara berlangsung memperlihatkan sambutan yang baik serta pentingnya inisiatif-inisiatif semacam ini.

Most Popular

To Top