Festival Film Indonesia 2021
Uncategorized

Review – Force Majeure (2014)

Keluarga Tomas (Johannes Bah Kuhnke) adalah keluarga kelas menengah dengan satu istri dan dua anak unyu yang sedang liburan di Alpen. Mereka liburan ski layaknya kebanyakan keluarga lainnya. Keluarga ini layaknya keluarga IKEA yang harmonis, tapi keluarga IKEA sakinah dengan kearifan lokal sampai kemudian negara api menyerang..maksud saya ada longsor salju.

Salju longsor tidak mencelakai mereka namun sang ayah yang kabur duluan membuat sang ibu galau. Kenapa suamiku kok ga nyelamatin keluarganya sendiri malah kabur? Ini menjadi tema utama dalam Force Majeure.

Maka dalam drama sederhana namun intens ala-ala Bergman ini, longsoran ini menjadi longsoran psikologis keluarga Tomas. Tomas merasa bersalah, teman mereka sepasang suami istri malah bertengkar dan istrinya semakin galau.

force majeure1

Judulnya memang mengesankan bencana, ya bencana keluarga yang berdasar naluri manusiawi. Susah menyebutkan siapa yang salah sebab dalam sebuah adegan akhir, semuanya seolah membentuk “lingkaran”. Longsor salju yang hanya kecelakaan sesaat dan tidak menimbulkan korban jiwa, mengoyak rasa percaya pasangan tersebut. Anak mereka pun jadi terkena aura tidak percaya ini.

Diiringi musik klasik yang membuai, ini adalah film keluarga sakinah yang harus diuji naluri bertahan hidup. Sebuah kisah yang sederhana namun memikat. Ini film sederhana yang membuat penonton berpikir bahwa kepercayaan dalam sebuah pernikahan adalah konsep yang selalu diuji terus menerus.

Film ini menang Jury Prize kategori Un Certain Regard di Cannes Film Festival tahun 2014.

Director: Ruben Östlund
Writer: Ruben Östlund
Cast:
Johannes Kuhnke
Lisa Loven Kongsli
Vincent Wettergren
Clara Wettergren
Kristofer Hivju

Festival Film Indonesia 2021

Most Popular

To Top