Festival Film Indonesia 2021
Artikel

Tiga Film Pendek Indonesia Tayang Perdana di Europe on Screen 2021

Tiga film pendek Indonesia tayang perdana di Festival Film Uni Eropa “Europe on Screen” tahun ini. Ketiga film ini berhasil keluar sebagai pemenang pada kompetisi EoS Short Film Pitching Project 2020. Kompetisi ini sudah digelar sejak tahun 2018 dengan mendapat dukungan dari Uni Eropa, SAE Indonesia, dan Kemala Home Living. Para pemenang SFPP mendapatkan dana parsial dari EoS dan fasilitas pasca produksi dari SAE Indonesia.

Film-film tersebut adalah Ghulam karya Nashiru Setiawan, Tour de Serpong karya Steven Vicky S., dan Kepada Istriku (Marta, I’m Home) karya Patrick Warmanda. Ketiga film pendek ini ditayangkan secara gratis melalui Festival Scope pada 22 – 27 September lalu. Selain pemutaran perdana, EoS juga mengadakan sesi Q&A bersama cast dan crew pemenang SFPP 2020 via Zoom Meeting dan YouTube pada Kamis (23/9) silam.

Baca juga: Festival Film Uni Eropa “Europe on Screen” kembali digelar secara virtual dengan 54 film dan serangkaian acara istimewa

Still film Ghulam

Membawa Cerita Unik dengan Isu yang Beragam Salah satu sisi menarik dari film-film pemenang SFPP 2020 adalah ide cerita yang unik dengan mengangkat isu yang beragam. Film pemenang pertama, Ghulam, menampilkan cerita tentang ancaman persekusi dalam suatu pemutaran alternatif. Ghulam dan Kecap yang tengah menggelar layar tancap dihadapkan dengan teror dari sekelompok ormas karena dianggap memutar film bernuansa porno. Sutradara Nashiru Setiawan mengangkat isu mengenai ruang-ruang alternatif di sekitar kita yang kerap diusik hak dan kebebasannya oleh pihak tertentu. Realitas ini begitu dekat, terutama bagi pegiat film dan penyelenggara pemutaran alternatif yang tersebar di berbagai sudut daerah

Still film Tour de Serpong

Sementara itu, kisah tentang mimpi dan ambisi yang terbentur realita disajikan secara apik dalam film Tour de Serpong. Film pemenang kedua ini bercerita tentang Anton yang kabur dari rumah demi kuliah di Paris. Malangnya, ia justru ditipu oleh agen beasiswa sehingga telantar di Serpong. Di tengah rasa putus asa, Anton bertemu dengan penjual kopi keliling yang kemudian membantunya mencari Paris di Serpong. Meski mengangkat premis yang unik, keresahan Anton dalam film ini masih relevan di kehidupan nyata. Hal tersebut juga diakui oleh sutradara Steven Vicky dan menjadi salah satu inspirasi di balik film Tour de Serpong.

“Kita (tim Tour de Serpong) mungkin ada semacam kesamaan (keresahan) tentang menjadi seorang filmmaker dengan ambisi yang sangat besar. Namun, begitu kena realita yang sulit, ada yang patah semangatnya. Kerasahan seperti itu yang kita pakai dalam karakter di film ini,” ungkap Vicky pada sesi Q&A Kamis (23/9) lalu.

Still film Kepada Istriku

Pemenang ketiga EOS SFPP, Kepada Istriku (Marta, I’m Home) mengusung drama yang penuh haru. Yohan menolak beranjak dari kesedihan sepeninggal sang istri dengan menyimpan peti mati di kamarnya. Ia kerap melakukan hal-hal yang membuat anak-anaknya bingung, seperti masuk ke dalam peti demi “bertemu” dengan istrinya. Sepanjang 20 menit, kita disuguhi perasaaan kehilangan yang begitu mendalam dengan balutan drama keluarga yang emosional.

Tantangan Produksi di Tengah Pandemi

Selama proses produksi, ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pemenang. Penerapan protokol kesehatan dan penyesuaian dengan regulasi selama pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Arfan Adhi, produser film Ghulam,mengakui bahwa berbagai regulasi selama pandemi mempengaruhi jalannya proses produksi. “Perijinan waktu, penggunaan lokasi shooting dan prosedur karantina untuk calon pemain film mempengaruhi proses penulisan naskah film Ghulam,” ujar Arfan Adhi. Meskipun demikian, produksi berhasil dirampungkan dan ketiga film pendek tersebut dapat kita saksikan tahun ini.

Kompetisi EoS Short Film Pitching Project juga kembali digelar tahun ini. Dari 152 peserta, delapan finalis terpilih untuk mempresentasikan ide filmnya di hadapan para juri. Edwin Nazir, Kamila Andini, dan Yosep Anggi Noen ditunjuk sebagai juri pada sesi presentasi yang digelar pada 24 September lalu.

Baca juga artikel lain dari Feraldi pada halaman berikut

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top