Festival Film Indonesia 2021
Berita

Workshop “digitalpreneur” oleh Arla Konveksi – Perlebar Peluang Bisnis melalui Kemajuan Teknologi Digital

Semarang (20/11) Kemajuan Literasi Digital saat ini kian dilirik oleh pasar industri rumahan, pegiat seni, film produksi, konveksi bahkan anak muda. Luasnya ekses pasar tersebut disinyalir oleh adanya euforia industri rumahan di Kota Semarang yang melihat adanya sebuah “business oppurtunity” dalam sebuah passion personality seseorang. Tak heran, bila anda berkunjung ke Kota Semarang, ada banyak sekali screening alternatif yang memutar film pendek karya pelajar  yang hanya bermodalkan gadget kamera saja. Aplikasi producing dan editing dengan mudahnya dipergunakan bagi kalangan non profesional tersebut.

Nafisa, kepala Marketing  Unearth Creative Studio Semarang membenarkan business oppurtunity tersebut. Pada presentasinya di sebuah workshop “digitalpreneur” oleh Arla Konveksi (18/11), ia  mengatakan “videography is on the rise and why do we need to be expert for that.” Paparan tersebut diperkuat pendapat seorang style pop art Andika Jaka Saputra, “hobby dan passion seseorang dalam video dapat menciptakan sebuah peluang bisnis.” Hobby dapat terdiri dari niat, konsep, skill, materi dan relasi yang perlu didukung dengan modal, inovasi serta usaha baru.

Workshop tersebut dilatarbelakangi oleh penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip kepada 43 anak muda yang tahu dan paham tentang wirausaha di Kota Semarang. 28% dari mereka sangat ingin melakukan wirausaha dibidang digitalpreneur. 47% dari mereka sangat menginginkan workshop digitalpreneur digelar di Semarang. “Tingginya minat namun kurang adanya wadah bagi mereka, menjadi alasan kami menggelar digitalpreneur.” Ujar Halomoan Sirait, Media Relations workshop tersebut.

Dari Pop Art Digital hingga Screening Digital Short Film

Pop Art Digital Iron Man karya WPAP Chapter Semarang

Pop Art Digital Iron Man karya WPAP Chapter Semarang

Workshop yang berlangsung 2 jam ini, banyak menjelaskan materi Branding digitalpreneurs. Didalam berwirausaha dibidang Pop Art Digital, hobby dapat dikembangkan dengan menambahkan relasi, setelah relasi cukup mumpuni langkah selanjutnya memperkuat Branding. Di dalam digitalpreneurs, dikenal istilah Self Branding dan Normal Branding. Self Branding terdiri dari Kualitas dan Attitude, sedangkan Normal Branding terdiri dari Promosi, Relasi dan Waktu.Seorang digitalpreneurs pemula tentu akan melalui fase fase dalam menjalankan roda bisnisnya,Andika Jaka Saputra menjadikannya pada 3 fase utama, fase awal, berkembang hingga tanpa batas.”Karena seni itu memang tanpa batas” ujarnya wakil ketua WPAP Semarang (Wedha’s Pop Art Potrait) tersebut.Iapun memperkenalkan karya Pop Art nya, beberapa karya Pop Art sempat tayang ditelevisi swasta di Indonesia.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top