Berita

Cinespace Bekerjasama dengan Sena Didi Mime Memutar Film-film yang Dibintangi oleh Didi Petet

Serpong, Tangerang Selatan – Pekan ini, tempatnya 9-12 Mei 2017, Cinespace, sebuah ruang pemutaran alternatif bekerjasama dengan Sena Didi Mime memutarkan beberapa film yang diperankan oleh Didi Petet (alm). Dalam keterangannya, Getar Jagatraya dari pihak Sena Didi Mime menjelaskan bahwa pemutaran ini merupakan bagian dari promosi acara Wajah Rinduku: Tribute to Didi Petet yang sedianya akan dilangsungkan tanggal 16 Mei 2017.

Berikut film-filmnya:

Banyu Biru (Teddy Soeriaatmadja)

Sebuah road movie tentang menemukan kembali cinta, film ini berkisah tentang Banyu (Sudiro) – anak muda yang bekerja sebagai pegawai layanan konsumen sebuah hypermarket. Ia tenggelam dalam rutinitasnya. Kejadian di suatu hari yang ganjil menginspirasi Banyu untuk melakukan perjalanan, mencari jalan keluar atas masa lalunya yang selalu dibayangi peristiwa masa kecilnya.

Pasir Berbisik (Nan Achnas)

Daya (Dian Sastrowardoyo) adalah seorang gadis muda yang hidup disebuah perkampungan miskin dekat wilayah pantai bersama ibunya Berlian (Christine Hakim) yang bekerja sebagai penjual jamu. Ayah Daya, Agus (Slamet Rahardjo Djarot) adalah seorang dalang wayang kecil yang menghilang saat Daya masih kecil. Ketidakberadaan Agus membuat Berlian membesarkan Daya sendirian di tengah kampung yang jauh dari peradaban modern, menjadikan Berlian sebagai ibu yang sangat protektif, apalagi Daya kini sudah menjadi seorang gadis. Daya yang terkungkung dari sosial dan kerap membayangkan kehadiran sang ayah. Dalam keanehannya, Daya sering menelungkupkan diri ke sebuah tanah pasir, ia selalu mengira pasir berbisik kepadanya.

Si Kabayan dan Anak Jin (Eddy D. Iskandar)

Si Kabayan (Didi Petet) jadi santri di sebuah pesantren untuk bisa mendekati Nyi Iteung (Nike Ardilla), anak tunggal pimpinan atau Ajengan Pesantren. Dalam usahanya ini ia dibantu anak jin yang semula mengganggunya, tapi lalu bersahabat bahkan bisa menampakkan diri (Sena A. Utoyo).

Catatan Si Boy (Nasri Cheppy)

Semua film dalam program ini dapat ditonton di Cinespace secara gratis!

Mengenai Wajah Rinduku, Acara Penghormatan untuk Didi Petet

Dalam keterangannya, Getar Jagatraya menjelaskah bahwa acara ini merupakan tribute untuk ayahnya, almarhum Didi Petet. “Tema besarnya ‘Didi Petet Sebagai Guru dalam Seni Peran’. Kita ingin menginfokan bahwa selain aktor, bapak itu juga sebenarnya pengajar, guru dari beberapa aktor dan aktris Indonesia.” Terang Getar.

“Dan seni peran itu kan sebenarnya luas artinya. seni peran itu sebenarnya bukan hanya untuk aktor dan aktris saja tapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Ini yang tidak diketahui banyak orang. Bapak itu juga mengajarkan seni peran untuk kehidupan sehari-hari. para pegawai trans studio makasar itu yang mengajarkan sopan santun dan tata cara menghadapi pengunjung bapak dan timnya selain itu, orang-orang bareskrim juga sempat mendapat ilmu seni peran dari bapak. Acara Wajah Rinduku ini sebenarnya lebih ke reuni. Ada testimoni dari orang-orang, musik sampai pemutaran film. Yang pengisi acaranya adalah rekan, sahabat, kerabat dari bapak.” Jelas Getar lebih lanjut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top