Festival Film Indonesia 2021
Pemutaran

Pemutaran film-film pilihan Garage Cinema – Focus On: Aldhi Bibiw Suharso

Dari siaran pers

Tangerang, 20 November 2017 – Garage Cinema, program screening film di
ruang-ruang publik akan menayangkan program pemutaran Volume 5 pada 24
November 2017 mendatang di Sandwich Attack Kota Tangerang dimulai pada
pukul 19.00 WIB. Focus On: Aldhi Bibiw Suharso adalah tema program yang
dipilih dalam Volume 5 ini terdiri 7 film pendek fiksi.

Fisik menawan dan senyum yang charming serta berlagak keren adalah kriteria
aktor yang lumrah dalam film. Aldhi Bibiw Suharso adalah salah satu aktor yang
menembus batas tersebut, ia piawai menghidupi karakter kelas menengah &
bawah dalam aktingnya. Tak jarang pula film-film yang ia perankan memenangi
penghargaan dalam festival film nasional maupun internasional. Atas dasar
tersebut kami memilih 7 film pendek yang ia perankan dalam Volume 5 ini untuk
mendalami proses kreatif seorang Aldhi Bibiw Suharso sebagai aktor.

Ke-7 film tersebut adalah Haryo (2013), berkisah tentang seorang anak kos
bernama Haryo yang mencari cara untuk menghilangkan rasa hausnya. Karakter
Haryo yang diperankan oleh Aldhi minim dialog dan mengeksplorasi ekspresi
serta gerak-gerik. Film ini memenangkan Film Favorit Jogja Cinephilia 2013 dan
International Premiere di Bangkok International Student Film Festival 2014. Pada
film Kunang-Kunang (2014) Aldhi berperan sebagai Kakak, seorang yang mencari cahaya untuk Adik yang takut gelap. Film tanpa suara arahan Zidny Nafian ini behasil Internasional Premiere di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2015 dan Official Selection Jakarta Internasional Film Festival 2015.

Pada Wong Tjilik (2015), Aldhi berperan sebagai Untung seorang petani pada
masa 65. Dalam film ini Aldhi mengeksplorasi dialog dalam bahasa Jawa serta
mendalami jati diri seorang Petani. Film arahan Wisnu Dewa Broto ini berhasil
memenangi Iqbal Rais Special Award for Young Director 2015, Official Selection
Los Angeles Indonesian Film Festival 2015. Pada Rajawali (2015) Aldhi berperan
sebagai dirinya dalam situasi yang mengalir apa adanya, Ia mengeksplor mabuk
dan obrolan. Berkisah tentang motor yang tak jadi dibeli, film ini masuk dalam
program pemutaran Indonesia Raja 2015.

Aldhi berperan sebagai Danu “Starling” pada film Biimplikasi (2015), berkisah
tentang lika liku tukang kopi sepeda keliling dalam upaya mencari nafkah. Film
ini diilhami dari kisah nyata tukang kopi bernama Komeng. Pada Irasaimase
(2016) Aldhi berperan sebagai pelayan restoran Jepang. Film arahan Makbul
Mubarak ini mengambil gaya Jepang Akira Kurosawa yang sangat kental. Terakhir Kosan Magnet (2016), patut disimak untuk kedua kalinya Aldhi berperan
sebagai anak kos dalam film ini setelah Haryo (2013).

Gelaran ini diberlakukan tiket donasi semaunya dan selepas pemutaran akan
terdapat sesi tanya jawab dengan Aldhi Bibiw Suharso dipandu oleh Bijan yang
aktif dalam skena indie Tangerang. Garage Cinema Volume 5 ini didukung pula
oleh Cyclic Webzine, Katulistiva, Sandwich Attack, Uncle Head Film, Thesign
Production, Celana Panjang Films, Slate, Greyplot, Maliwea, Kotak Wayang
Production, Bernhart Farras, Hart Logic, dan Rustikutas.
=======================
Tentang Garage Cinema

Garage Cinema adalah screening film di ruang-ruang publik. Seperti kampus, sekolah, taman, kedai, ruang meeting kantor, lapangan, bahkan garasi-garasi kosong dengan pilihan film-film yang ditentukan berdasarkan tema tertentu.
Screening ini digagas sejak 2016 sebagai ruang ekshibisi untuk mempertemukan film-film & pembuatnya kepada penontonnya secara intim dan berharga. Tiket berdonasi semaunya diberlakukan untuk meningkatkan apresiasi penonton terhadap filmmaker dan meningkatkan kualitas screening.

Festival Film Indonesia 2021
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top